suka Makmue- Lingkaran Polri. Id” Ratusan Warga Desa Kuta Trieng Dan warga desa Lamie kecamatan darul makmur kabupaten Nagan Raya melakukan protes terkait bantuan pascabencana tangal 26 November 2025 yang lalu, para pendemo sempat memadati badan jalan nasional di desa Kuta trieng. Aksi ini dipicu oleh ketidak puasan warga terhadap bantuan Jadub “Senin 11 Mai 2026
Aksi warga desa Kuta Trieng Dan desa Lamie kecamatan Darul Makmur, mereka merasa tidak terdata sebagai calon penerima bantuan Jadup bagi korban banjir, mereka juga mendesak agar bantuan segera di salurkan secara adil, karena kami jangankan batuan rusak sedang / Ringan bantuan perbaikan ekonomi dan bantuan dana tunggu huni pun kami tak dapat, pemerintah jangan main kucing-kucingan dan jangan bohongi rakyat” Ujar para pendemo
Perwakilan para pendemo ibu-ibu Darmayanti Harahap mengatakan bahwa kami sebagai warga korban imbas pascabencana banjir 26 November 2025 yang lalu belum sama sekali mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, dan kami menduga bahwa pendataan ulang yang di lakukan selama ini hanya sebagai formalitas administrasi.
Sementara pemerintah menekankan pentingnya hal tersebut untuk validasi data, menurutnya selama ini yang menerima bantuan pascabencana banjir diduga hanya orang dekat atau saudara kepala desa, para kepala dusun, keluarga kepala dusun bahkan para penerima ada yang tidak terkena banjir sama sekali, karena yang terdata sebagai korban pascabencana hanya 169 KK sedangkan dana yang di kucurkan dari pusat sebesar Rp 3.73 Miliar, wajar kami curiga bahwa pendataan ulang hanya sebagai Derama atau senetron saja, kami menuntut dana perbaikan rumah ringan, sedang, dan berat, termasuk kami tuntut pembagian Jadup” Ujarnya
Menurut kepala BPBD kabupaten Nagan Raya Irvan saat berada diruang sekda ketika ditanya oleh lingkaran polri mengenai kelanjutan pendataan ulang kembali para korban bencana banjir, dia menyebutkan bahwa setelah di data ulang nanti akan di lakukan seleksi kembali mana yang berhak menerima dana bantuan bencana banjir dan mana yang tidak berhak menerima bantuan tersebut, dia juga menyebutkan waktu kami datang ke desa Lamie untuk mendata , kami disuruh buka baju oleh masyarakat lamie ” Terangnya
Pantauan Lingkaran polri di lokasi demo terlihat para pendemo dikawal ketat oleh aparat keamanan TNI dan polri, untuk mengantisipasi potensi unjuk rasa. Tujuan utama pengamanan demontrasi adalah untuk menjamin keamanan, ketertiban umum, dan melindungi hak asasi manusia baik demontran maupun masyarakat luas. Keamanan ininfi lakukan untuk memastikan kebebasan berpendapat berjalan tertipu tanpa melanggar hak orang lain”
Editor : Asfi








