LINGKARANPOLRI.ID//PALEMBANG – Kemacetan panjang dan keluhan warga mewarnai aktivitas di Jalan Kemas Rindo, wilayah Sungki, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Senin (22/6/2026). Sebuah truk Fuso bermuatan besar dilaporkan melintang di badan jalan sejak pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB, menyebabkan arus lalu lintas terganggu selama berjam-jam.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, truk tersebut datang untuk melakukan pembongkaran barang di depan Toko Halifu Star. Namun saat hendak memutar posisi kendaraan agar proses bongkar muat berjalan lancar, truk justru terjebak dan tidak dapat bergerak kembali.
Akibatnya, badan jalan yang memang tergolong sempit menjadi tertutup sebagian besar oleh kendaraan tersebut. Pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa bergantian melintas dengan sangat hati-hati, bahkan beberapa kali terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang.
Sejumlah warga yang ditemui mengaku kesal karena kejadian serupa disebut bukan pertama kali terjadi. Mereka menilai aktivitas bongkar muat menggunakan kendaraan berukuran besar di kawasan tersebut sudah sering mengganggu pengguna jalan.
“Warga sudah sering mengeluhkan kondisi ini. Jalan sempit tapi kendaraan besar masuk untuk bongkar barang. Akhirnya masyarakat yang jadi korban kemacetan,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga menyoroti dugaan tidak tersedianya area bongkar muat yang memadai di lokasi usaha tersebut. Bahkan menurut keterangan warga, bangunan toko diduga berdiri di atas aliran sungai sehingga tidak memiliki lahan khusus untuk aktivitas bongkar barang.
Diketahui pemilik usaha berinisial AB berdomisili di Kelurahan Ogan Baru, sementara lokasi toko berada di wilayah Kelurahan Kemas Rindo. Kondisi itu membuat proses bongkar muat dilakukan langsung di badan jalan umum yang setiap hari dipadati kendaraan warga.
Saat dikonfirmasi awak media, Lurah Ogan Baru, Firdaus, memberikan respons tegas terkait peristiwa tersebut.
“Benar, kegiatan seperti ini sangat mengganggu kenyamanan masyarakat dan aktivitas pengguna jalan. Besok kami akan segera menerbitkan surat peringatan serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan tindak lanjut. Perlu diketahui lokasi ini berada di wilayah perbatasan, sebelah kanan masuk Ogan Baru dan sebelah kiri wilayah Kemas Rindo,” tegas Firdaus.
Sebaliknya, hingga berita ini diterbitkan, Lurah Kemas Rindo, Suhaimi, belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi yang dikirim awak media melalui aplikasi WhatsApp belum mendapat jawaban.
Sikap diam tersebut menjadi sorotan warga mengingat lokasi toko dan aktivitas bongkar muat yang menyebabkan kemacetan berada di wilayah administrasi Kelurahan Kemas Rindo.
Masyarakat berharap pemerintah setempat bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatur aktivitas bongkar muat kendaraan besar agar tidak lagi menggunakan badan jalan sebagai tempat operasional.
Warga menilai kepentingan umum harus menjadi prioritas utama. Jika tidak ada penataan yang jelas, kejadian serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan mengganggu aktivitas masyarakat setiap harinya.
Hingga sore hari, proses evakuasi dan penanganan terhadap truk yang melintang tersebut masih menjadi perhatian warga sekitar yang berharap adanya solusi permanen dari pihak berwenang.








