Suka Makmue- Lingkaran Polri. Id” Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Nagan Raya selama beberapa hari terakhir mengakibatkan badan Jalan Kuta Trieng mengalami longsor dan ambles ke dalam sungai. Kerusakan tersebut diperkirakan mencapai sepanjang 15 meter dengan lebar kurang lebih 8 meter, sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat” Selasa 13 Oktober 2026
Berdasarkan hasil investigasi lapangan Kaperwil NAD Lingkaran Polri bersama staf Mitra Mabes, kondisi badan jalan yang mengalami longsor cukup memprihatinkan. Sebagian badan jalan di sisi kiri telah amblas ke arah sungai, sehingga warga terpaksa melakukan penimbunan darurat untuk membuka akses jalan agar masih dapat dilalui kendaraan.
Warga dari dua desa, yakni Gampong Kuta Trieng dan Gampong Glanggang Gajah, bergotong royong menimbun bagian jalan yang rusak serta membuat jalan alternatif atau jalan elak. Upaya tersebut dilakukan agar kendaraan roda dua maupun kendaraan roda enam tetap dapat melintas, meskipun kondisi jalan belum sepenuhnya aman.
Namun, penanganan secara swadaya oleh masyarakat tersebut hanya bersifat sementara. Jika tidak segera ditangani, longsor dikhawatirkan semakin meluas, terutama apabila hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut dan meningkatkan debit air sungai.
Kepala Desa Kuta Trieng, Yunus, berharap Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui dinas terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan mengambil langkah penanganan yang nyata.
Menurutnya, pembangunan tebing pengaman sungai sangat dibutuhkan guna menahan gerusan air dan mencegah longsor susulan yang dapat mengancam badan jalan.
“Kami berharap pemerintah kabupaten melalui dinas terkait segera mengambil tindakan. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat dua desa. Kami meminta agar pembangunan tebing pengaman segera direalisasikan, sehingga longsor tidak semakin meluas dan akses transportasi masyarakat tetap terjaga,” demikian harapan Kepala Desa Kuta Trieng, Yunus.
Selain pembangunan permanen, masyarakat juga meminta pemerintah segera menyalurkan anggaran penanganan darurat untuk memperbaiki kondisi jalan sementara. Langkah ini dinilai penting agar akses transportasi tidak terputus dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.
Warga berharap pemerintah melalui instansi teknis, termasuk dinas yang membidangi pekerjaan umum dan kebencanaan, segera melakukan asesmen serta menentukan langkah penanganan sesuai kewenangan dan tingkat kerusakan di lapangan.
Penanganan darurat dapat diprioritaskan untuk mengamankan lokasi longsor, memasang tanda peringatan, mengatur lalu lintas kendaraan, serta memperkuat bagian jalan yang masih memungkinkan untuk dipertahankan. Selanjutnya, pembangunan tebing pengaman perlu direncanakan berdasarkan kajian teknis agar mampu menahan gerusan sungai dan mencegah kerusakan berulang.
Kondisi jalan yang ambles dengan ukuran kerusakan sekitar 15 meter kali 8 meter memerlukan perhatian serius. Masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut menghadapi risiko apabila jalan kembali tergerus, terlebih bagi kendaraan bermuatan berat.
Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya melakukan penanganan sementara, tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan konstruksi pengaman tebing yang sesuai dengan kondisi sungai dan karakteristik tanah di lokasi.
Masyarakat dua desa berharap adanya respons cepat dari pemerintah kabupaten agar kerusakan tidak semakin parah, akses transportasi tetap terbuka, dan keselamatan pengguna jalan dapat terlindungi.
Harapan warga sederhana: jangan menunggu jalan terputus total atau jatuhnya korban baru dilakukan penanganan. Langkah cepat, terukur, dan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar Jalan Kuta Trieng kembali aman dilalui serta aktivitas masyarakat Kuta Trieng dan Glanggang Gajah tida
Editor : Kaperwil NAD Lingkaran Polri ” Ainon






