Karyawan PDAM Aceh Timur Bongkar Dugaan Krisis dan Minimnya Transparansi,Tiga Bulan Tanpa Gaji

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TIMUR — Lingkaran polri.id

Gejolak internal mengguncang tubuh PDAM Aceh Timur. Para karyawan akhirnya angkat bicara setelah selama tiga bulan terakhir tidak menerima gaji, sebuah kondisi yang dinilai mencerminkan krisis serius dalam pengelolaan perusahaan daerah tersebut.

 

Di balik tuntutan menjaga layanan air bersih tetap berjalan untuk masyarakat, para pekerja justru menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat. Kondisi ini memicu keresahan dan kekecewaan yang kini mulai mencuat ke permukaan.

 

“Sudah tiga bulan kami tidak digaji. Kami sudah berulang kali menyampaikan, tapi tidak ada respons jelas. Seolah-olah suara kami tidak dianggap,” ujar salah seorang karyawan yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (24/4/2026).

 

Lebih dari sekadar persoalan keterlambatan gaji, muncul pula dugaan adanya ketidakberesan dalam tata kelola keuangan internal. Sejumlah karyawan menyoroti minimnya transparansi dalam arus kas perusahaan, yang dinilai semakin tidak jelas dalam beberapa waktu terakhir.

 

“Kami tidak tahu lagi bagaimana kondisi keuangan sebenarnya. Tidak ada keterbukaan. Uang masuk dan keluar seperti tidak terpantau,” lanjut sumber tersebut.

 

Situasi ini menempatkan para karyawan dalam posisi sulit. Di satu sisi, mereka tetap dituntut profesional dalam memastikan distribusi air bersih bagi masyarakat tidak terganggu. Namun di sisi lain, hak dasar sebagai pekerja justru terabaikan tanpa kepastian.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PDAM Aceh Timur belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan gaji maupun dugaan masalah pengelolaan keuangan. Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga belum menyampaikan sikap atau langkah konkret untuk merespons kondisi ini.

 

Minimnya respons dari pihak terkait semakin memperkuat kekhawatiran adanya persoalan internal yang belum terungkap ke publik. Sejumlah kalangan mulai mendesak dilakukannya audit independen guna memastikan transparansi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan perusahaan.

 

Jika kondisi ini terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para karyawan, tetapi juga berpotensi mengganggu keberlangsungan layanan air bersih bagi masyarakat Aceh Timur secara luas.

 

 

(Erna / Mak Nek)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dandim 0418/Palembang Hadiri Rakor Pengendalian Kebakaran Hutan Kebun Dan Lahan Sumatera Selatan Tahun 2026.
Dipercaya Sebagai Nahkodai Karang Taruna Nagan Raya, Teuku Yordan Dapat Dukungan Penuh dari PT. Kuala Tuha Sejati.
Kuota SMP Untuk Siswa-siswi Baru di Sekolah Maitreyawira Kisaran Sudah Penuh.
Wakapolres Langkat Hadiri Pelepasan Jemaah Haji Kloter 4 Kabupaten Langkat Tahun 2026
Kapolres Sergai Didampingi Polsek Sei Rampah Tanda Tangani Prasasti Musholah Al – Jabbar Di Mapolsek Sei Rampah.
Penandatangan Prasasti KUA Darul Makmur Oleh Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Prov Aceh.
Gelar Operasional Triwulan I Tahun 2026, Kapolda Sulsel Tekankan Evaluasi dan Peningkatan Kinerja.
Satuan Lalu Lintas Polres Tator, Himbau Larangan Pemakaian Knalpot Brong.

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:32 WIB

Dandim 0418/Palembang Hadiri Rakor Pengendalian Kebakaran Hutan Kebun Dan Lahan Sumatera Selatan Tahun 2026.

Jumat, 24 April 2026 - 18:04 WIB

Karyawan PDAM Aceh Timur Bongkar Dugaan Krisis dan Minimnya Transparansi,Tiga Bulan Tanpa Gaji

Jumat, 24 April 2026 - 13:16 WIB

Kuota SMP Untuk Siswa-siswi Baru di Sekolah Maitreyawira Kisaran Sudah Penuh.

Jumat, 24 April 2026 - 12:19 WIB

Wakapolres Langkat Hadiri Pelepasan Jemaah Haji Kloter 4 Kabupaten Langkat Tahun 2026

Jumat, 24 April 2026 - 09:30 WIB

Kapolres Sergai Didampingi Polsek Sei Rampah Tanda Tangani Prasasti Musholah Al – Jabbar Di Mapolsek Sei Rampah.

Berita Terbaru