LINGKARANPOLRI.ID//PALEMBANG – Komandan Kodim (Dandim) 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan (Karhutla) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Graha Bina Praja, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, serta Kapolda Sumsel Sandi Nugroho, bersama unsur Forkopimda, kepala daerah, dan berbagai instansi terkait.
Rakor diawali dengan paparan kondisi cuaca oleh BMKG Sumsel, dilanjutkan laporan Komandan Operasi Karhutla serta arahan Gubernur Sumatera Selatan.
Dandim 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto menegaskan bahwa TNI, khususnya melalui Babinsa, siap berada di garis terdepan dalam upaya pencegahan Karhutla.

“Babinsa akan terus kita dorong untuk aktif di lapangan, melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta deteksi dini di wilayah binaan. Pencegahan harus menjadi prioritas utama sebelum kebakaran terjadi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga wilayah Sumatera Selatan tetap bebas dari kabut asap.
“Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada kerja sama dan koordinasi yang kuat antar semua pihak, termasuk masyarakat sebagai garda terdepan di lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Dalam rakor tersebut, disampaikan bahwa wilayah rawan Karhutla seperti OKI, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Ogan Ilir menjadi perhatian utama, terutama pada lahan gambut.
Upaya pencegahan juga diperkuat dengan pemanfaatan teknologi seperti drone monitoring, dashboard pemantauan hotspot, serta penggunaan cairan BIOS 44 untuk menjaga kelembapan lahan.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa seluruh pihak harus serius dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.
“Zero fire adalah harga mati. Tidak boleh ada lagi pembakaran lahan, baik oleh masyarakat maupun perusahaan,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan penguatan peran Masyarakat Peduli Api (MPA) serta patroli rutin di wilayah rawan kebakaran.
Sinergi Jadi Kunci
Rakor ini bertujuan menyatukan langkah seluruh stakeholder sebelum memasuki puncak musim kemarau 2026. Kesiapan sarana prasarana, personel, serta edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam mencegah terjadinya Karhutla.
Dengan koordinasi yang kuat, diharapkan Sumatera Selatan dapat terhindar dari bencana kabut asap dan menjaga kualitas lingkungan tetap baik bagi masyarakat.
(Reporter Jhony)










