Tiga Titik Jalan Provinsi di Tripa Makmur Terancam Putus, Warga Desak Tebing Pengaman Segera Dibangun

Minggu, 27 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suka Makmue- Lingkaran Polri. Id” Tiga titik badan jalan provinsi di Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, mulai mengalami penyempitan akibat tergerus aliran Sungai Lamie. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin parah apabila tidak segera dilakukan penanganan, terutama saat debit air sungai meningkat dan banjir melanda” Minggu 27 September 2026

Pantauan di lapangan menunjukkan, bagian badan jalan di sejumlah lokasi mulai terkikis dan longsor ke arah sungai. Jika dibiarkan tanpa pembangunan tebing pengaman, kondisi tersebut berpotensi mengancam akses masyarakat dan bahkan dapat menyebabkan badan jalan putus.

Kepala Desa Pasie Keubedom, M. Aspi, meminta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui instansi terkait segera mengambil langkah konkret dengan mengusulkan pembangunan tebing pengaman menggunakan material batu gunung atau batu gajah pada tiga titik tersebut.

Ketiga titik badan jalan itu sudah mulai mengecil karena longsor akibat tergerus air Sungai Lamie. Apalagi ketika terjadi banjir, arus sungai semakin deras dan dapat mempercepat pengikisan badan jalan” ujar M. Aspi.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan lagi sekadar ancaman, tetapi sudah menyangkut keselamatan dan kelancaran akses masyarakat. Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi segera menyampaikan usulan pembangunan kepada pemerintah provinsi maupun instansi teknis yang memiliki kewenangan.

Sebelumnya, kata M. Aspi, pihak bidang pada balai provinsi pernah menyampaikan melalui Lingkaran Polri, Ainon, agar dibuat proposal permohonan penanganan titik-titik jalan tersebut. Permintaan itu kemudian disampaikan kepada pihak kecamatan untuk segera menyiapkan permohonan.

Namun hingga kini, menurut M. Aspi, belum terlihat tanda-tanda pekerjaan pembangunan tebing pengaman akan direalisasikan.

Kami berharap pemerintah daerah sebagai perpanjangan tangan pemerintah provinsi benar-benar serius mengusulkan anggaran untuk pembangunan tebing pengaman di tiga titik tersebut. Jangan sampai menunggu badan jalan putus baru kemudian bertindak” tegasnya.

Selain mendesak percepatan penanganan, masyarakat juga mengingatkan agar apabila pekerjaan tersebut nantinya direalisasikan, proses pengadaan dan pemilihan penyedia dilakukan secara profesional, transparan, serta sesuai ketentuan yang berlaku.

M. Aspi berharap pekerjaan tidak diberikan kepada rekanan yang tidak memiliki kemampuan dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan konstruksi.

Kami berharap pemerintah tidak salah memberikan pekerjaan kepada rekanan. Jangan sampai anggaran sudah tersedia, tetapi pekerjaan tidak selesai atau hasil pekerjaannya tidak bertahan lama. Ini menyangkut uang negara dan kepentingan masyarakat” katanya.

Untuk pengadaan pekerjaan konstruksi yang menggunakan APBN/APBD, ketentuan pengadaan pemerintah saat ini mengacu pada Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir melalui Perpres Nomor 46 Tahun 2025. Perpres tersebut mengatur proses pengadaan sejak identifikasi kebutuhan hingga serah terima hasil pekerjaan.

Karena itu, masyarakat meminta pemerintah memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai aturan, mulai dari perencanaan, pemilihan penyedia, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan mutu, hingga serah terima.

Yang kami minta sederhana, jalan ini diselamatkan sebelum benar-benar putus. Kalau sudah putus, dampaknya akan jauh lebih besar bagi masyarakat” pungkas M. Aspi.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Nagan Raya segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan balai terkait agar tiga titik rawan tersebut mendapatkan penanganan prioritas sebelum kerusakan semakin meluas.Adspun di tiga titik diantaranya Desa Mon Dua, Desa Kabu ( Alue Rumpun) ,dan Desa Drien Tujoh

Editor: Lingkaran Polri. Id” Ainon
Hak Cipta

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tradisi Maulid Terus Dipelihara, Warga Alue Dua Gelar Zikir dan Doa Bersama
Wabup Garut Tegaskan Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Hulu.
Turun Langsung di Jalan, Kapolres Selayar Pastikan Senin Pagi Lebih Tertib dan Teratur
Wakapolres Selayar Edukasi Pelajar SMANSA tentang Bahaya Narkoba, Ajak Fokus pada Masa Depan
GEBRAKAN SOSIAL DPP GBR SRIWIJAYA! 5 NOVEMBER 2026 GELAR SUNAT MASSAL DAN DONOR DARAH DI JAKABARING, FERYY KING: SAATNYA HADIR UNTUK MASYARAKAT!
Polres Bantaeng Gelar Program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK), Edukasi Siswa SMA Negegeri 1 Bantaeng tentang Bullying dan Kenakalan Remaja
Tim Libas Polres Binjai Gagalkan Rencana Tawuran, 9 Remaja Diamankan Bersama Senjata Tajam* Media Lingkaran Polri
Kapolres Bantaeng Pimpin Langsung Pengaturan Lalu Lintas, Hadir Layani Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Tradisi Maulid Terus Dipelihara, Warga Alue Dua Gelar Zikir dan Doa Bersama

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Wabup Garut Tegaskan Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Hulu.

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Turun Langsung di Jalan, Kapolres Selayar Pastikan Senin Pagi Lebih Tertib dan Teratur

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Wakapolres Selayar Edukasi Pelajar SMANSA tentang Bahaya Narkoba, Ajak Fokus pada Masa Depan

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:10 WIB

GEBRAKAN SOSIAL DPP GBR SRIWIJAYA! 5 NOVEMBER 2026 GELAR SUNAT MASSAL DAN DONOR DARAH DI JAKABARING, FERYY KING: SAATNYA HADIR UNTUK MASYARAKAT!

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Senin, 19 Okt 2026 - 19:13 WIB