PROFIL DR. YAN: BIROKRAT BERPENGALAMAN DARI BENGKAYANG, MILIKI REKAM JEJAK PENDIDIKAN DAN PELATIHAN INTERNASIONAL JICA, BERSAING MENUJU KURSI SEKDA KALBAR

Selasa, 3 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lingkaranpolri.id
PONTIANAK, KALBARMITRA MABES – Persaingan memperebutkan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat semakin menarik perhatian publik. Dari 12 pejabat yang mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya tersebut, muncul satu nama dari Kabupaten Bengkayang, yakni Dr. Yan, S.Sos., M.Si.

Kehadiran Dr. Yan dalam kontestasi birokrasi tingkat provinsi menjadi perhatian tersendiri. Ia tidak hanya membawa pengalaman pemerintahan dari daerah, tetapi juga memiliki latar belakang pendidikan akademis serta pengalaman mengikuti pelatihan internasional yang berkaitan dengan otonomi daerah dan pelayanan publik di Jepang.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu aspek menarik untuk melihat kapasitas dan perjalanan profesional seorang birokrat yang kini ikut bersaing memperebutkan posisi strategis dalam struktur pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat.

Lantas, siapakah sebenarnya Dr. Yan? Bagaimana perjalanan pendidikan, pengalaman jabatan, serta bekal kompetensi yang dimilikinya?

JEJAK PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI

Dr. Yan, S.Sos., M.Si. memiliki latar belakang pendidikan yang mencerminkan perjalanan akademis di bidang sosial dan pemerintahan.

Gelar akademis yang disandangnya, yakni Sarjana Sosial (S.Sos.), Magister Sains (M.Si.), serta Doktor (Dr.), menjadi bagian dari perjalanan pengembangan kapasitas intelektual dan profesionalnya.

Tidak berhenti pada pendidikan formal, Dr. Yan juga pernah mengikuti pelatihan internasional melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) di Hiroshima dan Tokyo, Jepang.

Pelatihan tersebut berkaitan dengan otonomi daerah dan pelayanan publik, dua bidang penting dalam penyelenggaraan pemerintahan modern.

Pengalaman mengikuti pelatihan di Jepang menjadi nilai tambah dalam perjalanan pengembangan kompetensinya. Terlebih, Jepang dikenal memiliki pengalaman dalam membangun tata kelola pemerintahan, kedisiplinan birokrasi, penguatan pelayanan masyarakat, serta pengelolaan pemerintahan daerah.

Meski demikian, relevansi pengalaman tersebut tentu perlu dilihat dari sejauh mana pengetahuan dan praktik yang diperoleh dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

PERJALANAN JABATAN: DARI DINAS PENDIDIKAN HINGGA STAF AHLI BUPATI

Dalam perjalanan karier birokrasi di Kabupaten Bengkayang, Dr. Yan pernah menduduki jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang.

Jabatan tersebut menempatkannya pada posisi penting dalam penyelenggaraan urusan pendidikan dan kebudayaan daerah.

Berbagai persoalan sektor pendidikan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kompetensi kepala sekolah, manajemen pendidikan, hingga peningkatan mutu pelayanan pendidikan, menjadi bagian dari ruang lingkup tanggung jawab perangkat daerah tersebut.

Perjalanan kariernya kemudian berlanjut. Pada Maret 2025, Dr. Yan dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bengkayang Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan.

Dalam posisi tersebut, ia memiliki ruang lingkup tugas yang berkaitan dengan pemberian rekomendasi, pertimbangan, serta telaahan terhadap kebijakan kepala daerah, khususnya dalam bidang pembangunan, ekonomi, dan keuangan.

Pengalaman pada dua posisi tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam bidang pelayanan publik sekaligus perumusan pertimbangan kebijakan pemerintahan daerah.

PENGALAMAN JICA DI JEPANG, BEKAL MEMAHAMI OTONOMI DAERAH

Salah satu aspek yang menarik dari profil Dr. Yan adalah pengalamannya mengikuti pelatihan JICA di Hiroshima dan Tokyo, Jepang.

Pelatihan mengenai otonomi daerah dan pelayanan publik tersebut memiliki relevansi dengan tantangan birokrasi Indonesia, khususnya dalam meningkatkan efektivitas pemerintahan daerah.

Otonomi daerah tidak sekadar menyangkut kewenangan pemerintah daerah, tetapi juga menuntut kemampuan mengelola sumber daya, menyusun kebijakan yang tepat, meningkatkan akuntabilitas, serta menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Sementara itu, pelayanan publik menjadi salah satu indikator penting keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan.

Pengalaman internasional tersebut menjadi bekal pengetahuan yang menarik untuk diuji melalui gagasan dan visi Dr. Yan dalam membangun tata kelola pemerintahan Kalimantan Barat apabila nantinya mendapatkan kepercayaan sebagai Sekda.

MASUK 12 KANDIDAT, MEMBAWA PENGALAMAN DARI BENGKAYANG

Dalam seleksi terbuka Sekda Kalbar tahun 2026, Dr. Yan menjadi salah satu dari lima kandidat yang berasal dari lingkungan pemerintahan kabupaten.

Pada pengumuman hasil seleksi penulisan makalah, Dr. Yan memperoleh nilai 85,80.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa ia mampu melewati salah satu tahapan penting seleksi bersama kandidat lainnya.

Namun, persaingan menuju jabatan Sekda tidak cukup hanya diukur melalui nilai akademis maupun kemampuan menyusun makalah.

Jabatan tersebut membutuhkan kapasitas kepemimpinan, integritas, pengalaman manajerial, kemampuan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), serta ketegasan dalam memastikan kebijakan pemerintah berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

TANTANGAN BESAR MENJADI SEKDA KALIMANTAN BARAT

Sekretaris Daerah memiliki posisi strategis sebagai koordinator penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Tanggung jawabnya mencakup koordinasi OPD, pengelolaan administrasi pemerintahan, sinkronisasi program pembangunan, pembinaan ASN, hingga memastikan kebijakan kepala daerah diterjemahkan menjadi program kerja yang efektif.

Bagi Dr. Yan, apabila memperoleh kepercayaan menduduki jabatan tersebut, tantangannya tentu tidak ringan.

Kalimantan Barat memiliki wilayah geografis yang luas, karakteristik daerah yang beragam, persoalan pembangunan kawasan perbatasan, infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga pemerataan ekonomi masyarakat.

Dibutuhkan sosok birokrat yang tidak hanya memahami administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu membangun komunikasi lintas sektor, mengambil keputusan secara tepat, serta memastikan seluruh perangkat daerah bekerja secara profesional dan terukur.

Pengalaman birokrasi, pendidikan akademis, serta pelatihan internasional yang dimiliki Dr. Yan menjadi bagian dari rekam jejak yang patut diperhitungkan sekaligus diuji secara objektif dalam proses seleksi.

BUKAN SEKADAR PEREBUTAN JABATAN, MELAINKAN UJIAN KAPASITAS DAN INTEGRITAS

Publik tentu berharap seleksi Sekda Kalbar menghasilkan figur terbaik berdasarkan kompetensi, integritas, rekam jejak, serta kemampuan menjalankan amanah pemerintahan.

Dr. Yan merupakan salah satu kandidat yang membawa pengalaman birokrasi dari Kabupaten Bengkayang ke tingkat provinsi.

Namun, pengalaman jabatan, gelar akademis, maupun pelatihan internasional bukanlah jaminan otomatis seseorang menjadi pemimpin birokrasi yang berhasil.

Semua itu harus dibuktikan melalui kemampuan mengelola pemerintahan, membangun koordinasi, menghadirkan inovasi, menjaga netralitas ASN, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pada akhirnya, Kalimantan Barat membutuhkan seorang Sekda yang bukan hanya kuat dalam administrasi, tetapi juga memiliki visi pembangunan, keberanian mengambil keputusan, kemampuan menyelesaikan persoalan lintas sektor, dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat.

Apakah pengalaman Dr. Yan dari Bengkayang, ditambah bekal pendidikan dan pelatihan internasional JICA di Jepang, mampu menjadi modal untuk bersaing di tingkat provinsi?

Jawabannya akan ditentukan melalui proses seleksi yang profesional, transparan, objektif, dan berdasarkan sistem merit.

Bagi Kabupaten Bengkayang, keikutsertaan Dr. Yan menjadi bagian dari dinamika kompetisi putra-putri terbaik daerah. Sementara bagi masyarakat Kalimantan Barat, harapan utamanya tetap sama: memperoleh Sekda yang memiliki kapasitas, integritas, profesionalitas, dan keberanian membawa birokrasi menuju pelayanan publik yang lebih baik.

(Nardi M/Tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Cooling System di Desa Tanjung Mulia, Kapolsek Hinai Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Waspadai Banjir
Pemilik Toko Bangunan Desa Lamie Keluhkan Pekerjaan Lening, Mobil Sudah Beberapa Kali Terperosok ” Diduga Tanpa Pengawasan”
. DONG , Pemerintah Desa, Pematang Rahim kec,Mendahara ulu , Kab, Tanjab Timur , Jambi Mengucap kan Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026
DPP JWI Apresiasi Pengungkapan Dugaan Penyadapan Presiden RI, Dani Saputra: Hukum Harus Ditegakkan Tanpa Pandang Bulu
M,DONG Pemerintah desa Pematang Rahim Kec,Mendahara Ulu Kab, Tanjab Timur Jambi Mengucap kan Selamat Hari Jadi, Kab Tanjab Timur yang Ke 27 , Rabu 21 oktobr 2026
Para Kepala Desa dari 11 Kecamatan se-Kabupaten Garut Gelar Rapat Bersama, Bahas Sinergitas Pembangunan Desa
M,DONG Pemerintah desa Pematang Rahim Kec,Mendahara Ulu Kab, Tanjab Timur Jambi Mengucap kan Selamat Hari Jadi, Kab Tanjab Timur yang Ke 27 , Rabu 21 oktobr 2026
SATLANTAS KOTA PRAYA AKTIF TERTIBKAN ARUS LALU LINTAS SETIAP PAGI, PARKIR DI BADAN JALAN JADI PERHATIAN.

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:58 WIB

Cooling System di Desa Tanjung Mulia, Kapolsek Hinai Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Waspadai Banjir

Rabu, 4 November 2026 - 13:43 WIB

Pemilik Toko Bangunan Desa Lamie Keluhkan Pekerjaan Lening, Mobil Sudah Beberapa Kali Terperosok ” Diduga Tanpa Pengawasan”

Rabu, 4 November 2026 - 13:26 WIB

. DONG , Pemerintah Desa, Pematang Rahim kec,Mendahara ulu , Kab, Tanjab Timur , Jambi Mengucap kan Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026

Rabu, 4 November 2026 - 13:09 WIB

DPP JWI Apresiasi Pengungkapan Dugaan Penyadapan Presiden RI, Dani Saputra: Hukum Harus Ditegakkan Tanpa Pandang Bulu

Rabu, 4 November 2026 - 12:28 WIB

Para Kepala Desa dari 11 Kecamatan se-Kabupaten Garut Gelar Rapat Bersama, Bahas Sinergitas Pembangunan Desa

Berita Terbaru