BBM di Pangkalan Kerinci Disorot Para Sopir Mengeluh Minyak Campur Air di Pangkalan Kerinci Menuai Protes

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangkalan Kerinci, Riau | Lingkaranpolri.id
Sejumlah pemilik kendaraan di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, mengeluhkan kondisi fuel pump mobil mereka yang berlumpur dan bercampur air. Dalam kurun waktu satu pekan terakhir, sedikitnya tujuh unit mobil dilaporkan mengalami kerusakan dengan indikasi yang sama.

Kasus tersebut terungkap setelah para pemilik kendaraan membawa mobilnya ke salah satu bengkel di Pangkalan Kerinci. Dari hasil pemeriksaan mekanik, ditemukan adanya lumpur dan air di dalam fuel pump kendaraan yang menggunakan bahan bakar jenis bensin maupun pertalite.

Dalam sebuah video berdurasi 1 menit 38 detik yang beredar luas, seorang mekanik bengkel menjelaskan bahwa selama sepekan terakhir pihaknya menangani tujuh mobil dengan kasus serupa. Kendaraan tersebut terdiri dari empat unit Toyota Innova, dua unit Suzuki APV, dan satu unit Toyota Agya.

“Masalahnya ini teman-teman, lumpur yang berada di fuel pump mobil. Sudah tujuh mobil dengan kasus yang sama dalam satu minggu ini. Ini seperti campur air,” ujar mekanik tersebut sambil memperlihatkan kondisi fuel pump yang kotor dan berair.

Lebih lanjut, mekanik itu mempertanyakan kualitas bahan bakar minyak (BBM) maupun kondisi tangki penampungan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Pasalnya, mayoritas kendaraan yang mengalami kerusakan merupakan milik warga setempat.

“Kepada teman-teman dan abang-abang yang punya mobil injeksi, hati-hati ya, motor juga hati-hati. Ini bukan pertama, tapi sudah tujuh mobil mengalami kejadian seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara mobil di Pangkalan Kerinci, Amri, menilai kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius dan bahan evaluasi bersama.

Menurutnya, jika hanya satu kendaraan yang mengalami kerusakan masih dapat dimaklumi, namun jika sudah tujuh mobil dalam satu pekan, maka patut diduga adanya lemahnya pengawasan terhadap SPBU.

“Kita tahu harga fuel pump itu tidak murah, tentu pemilik kendaraan sangat dirugikan atas kualitas minyak tersebut. Kita harapkan ini menjadi perhatian bersama, jangan sampai masyarakat terus dirugikan. Kami juga meminta aparat penegak hukum turun dan memantau persoalan ini,” ujar Amri, Rabu (14/1/2026).***

Reporter : Junius Zakukhu

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Maulid Keliling Kampung 13: Bumi Mengering, Sholawat Menggema di Pelalawan
Pimpin Apel Pagi, Waka Polres Selayar Minta Para PJU dan Seluruh Personel Komitmen Jalankan Tugas dan Tanggung Jawab
Dugaan Persetubuhan Anak di Rupat, Keluarga Minta Kasus Diusut
Perwakilan Warga Datangi AJPLH Pelalawan, Tuntut Pemeriksaan Menyeluruh dan Akan Gelar Aksi Massa
SUARA PERS, SUARA RAKYAT Ketua Umum PJI Hartanto Boechori: “Jawab Ketakutan dengan Pembatasan Pintar!” 
Gelora Kemerdekaan Tak Padam: Dusun Tanggungan Tampil Spektakuler dalam Gebyar Karnaval Desa Balongrejo
Usai Antar Penumpang ke Nganjuk, Driver Taksi Online Diduga Bawa Kabur Perhiasan
Bocah 2 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 21:54 WIB

Maulid Keliling Kampung 13: Bumi Mengering, Sholawat Menggema di Pelalawan

Senin, 7 September 2026 - 20:21 WIB

Pimpin Apel Pagi, Waka Polres Selayar Minta Para PJU dan Seluruh Personel Komitmen Jalankan Tugas dan Tanggung Jawab

Senin, 7 September 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Persetubuhan Anak di Rupat, Keluarga Minta Kasus Diusut

Senin, 7 September 2026 - 06:38 WIB

Perwakilan Warga Datangi AJPLH Pelalawan, Tuntut Pemeriksaan Menyeluruh dan Akan Gelar Aksi Massa

Minggu, 6 September 2026 - 22:23 WIB

SUARA PERS, SUARA RAKYAT Ketua Umum PJI Hartanto Boechori: “Jawab Ketakutan dengan Pembatasan Pintar!” 

Berita Terbaru