Suka Makmue- Lp Ratusan Ibu- Ibu Warga Desa Mon Dua kecamatan Tripa Makmur Gelar Demo di depan kantor desa, sejak.pukul 08,30 wib, ratusan ibu – ibu tuntut keadilan dari pemerintah atas bantuan program bantuan program bantuan bencana, karena yang mendapatkan bantuan hanya aparatur desa yang punya mobil dan warga yang tinggal di Aceh Barat ( Meulaboh) tidak kenak imbas tersebut “Senin 30 Maret 2026
Aksi protes warga terkait bantuan Stimulan atau dana bantuan banjir yang di nilai tidak tepat sasaran, warga memprotes pendataan yang kacau balau, dugaan pilih kasih, hingga bantuan yang di terima oleh pihak yang tidak terdampak termasuk saudara kepala desa sejak sebelum terjadi banjir bandang sudak tinggal di Aceh Barat ( Meulaboh) Murdiata tapi karena keluarganya kepala desa maka dia menerima bantuan Stimulan Imbas banjir tersebut.
Warga protes aparatur desa ( Keuchik ) karena bantuan program bantuan bencana dari kementrian sosial diduga tidak tepat sasaran. Warga menilai bantuan diberikan kepada yang tidak berhak, sementara warga yang terdampak justru terabaikan di desa Mon Dua Kecamatan Tripa Makmur kabupaten Nagan Raya. Warga juga meminta pengusutan penyaluran bantuan dana biaya hidup yang dianggap bermasalah” Pinta pendemo
Ironisnya Murdiata mengeluarkan ucapan sombong yang menyudutkan warga desa Mon dua yang terkena musibah imbas bencana banjir, dia mengatakan lihat saya nggak kenak musibah banjir tapi saya dapat dana bantuan program bantuan bencana banjir, kalian kenak banjir tapi nggak dapat bantuan dana program bantuan bencana Banjir, warga meminta kepada pemerintah kabupaten Bupati untuk segera menarik kembali dana yang telah di serahkan kepada Mariyana ( si sombong ) yang tidak terkena imbas banjir tersebut dan proses segera kepala desa juga para aparatur desa secara hukum.
Salah seorang Ibu – ibu Rukiah korban Pascabencana banjir menyampaikan keluhannya kepada Mitra Mabes bahwa kami warga yang terkena banjir tapi bantuan program bantuan bencana Pasca banjir kami tak dapat jangankan dana bantuan program bantuan bencana , dana prabot pun kami tak dapat, di mana letak keadilan pemerintah, padahal KK dan KTP kami sudah di ambil oleh aparatur desa tapi yang mendapatkan dana program bantuan Pasca banjir ( Bencana) justru aparatur desa yang punya mobil , apakah ini yang namanya keadilan dari pemerintah ??? ” Ujarnya
Kami juga menduga adanya KK dabel atau KK ganda yang menyebabkan banyak korban bencana banjir tidak terdaftar sebagai penerima bantuan program bantuan bencana tersebut, malah yang mendapatkan benar orang yang tidak terkena musibah seperti Murdiata dia tinggal di Meulaboh sejak sebelum pascabencana banjir , tetapi karena keluarga kepala desa maka Murdiata terdaftar sebagai korban banjir padahal jelas- jelas dia tidak termasuk warga korban banjir, kemudian M. Den Usman tinggal di rumah desa juga dapat bantuan nominatif penerima program bantuan bencana ” Terangnya
Ratusan warga desa Mon Dua yang menyeruduk kantor desa karena merasa penyaluran bantuan sosial hanya menguntungkan perangkat desa dan keluarganya, sementara warga yang menjadi imbas banjir tidak mendapatkan. Kami minta di usut secara hukum bagi penerima yang tidak layak menerimanya, sayangnya sebelum demo kepala desa sudah menghilang dari desa.Pada kesempatan itu warga meminta kepada wakil rakyat untuk segera mengusut tuntas persoalan tersebut” Pinta para ibu- ibu.
Warga minta kepala desa untuk Hadir guna untuk memberikan penjelasan masalah bantuan tersebut, karena setelah di tunggu sampai pukul 10- 57 wib kepala desa juga tidak hadir akhirnya ibu – ibu lakukan penyegelan pintu kantor desa Mon Dua. Menurut Supriman sekdes mengungkapkan sebelum persoalan ini selesai kantor desa ini tidak kami buka ” Janji sekdes Supriman.
Adapun penerima daftar Nominatif penerima program bantuan bencana:
1. Antoni, keponakan kecik
2. Ibnu hajar, Kadus
3. Khairul Anwar
4. Kotar
5. M. Den Usman yang tinggal di rumah kecik
6. Mariani R
7. Murdiata, tinggal di Meulaboh
8. Ridwa
9. Samsul Adi
10. Tgk Arcad
Editor : Ainon







