Suka Makmue- Lingkaran Polri. Id” Warga korban banjir di desa Tuwi Buya kecamatan Darul Makmur memprotes tindakan aparatur desa dalam penyaluran bantuan bagi korban banjir tidak transparan dan hanya menguntungkan pihak- pihak tertentu, yaitu orang dekat aparatur desa” Sabtu 04 April 2026
Keterangan Dari 58 warga imbas pascabencana banjir bandang menyebutkan bahwa KK dan KTP kami diambil, namun yang terdata malah hanya orang dekat aparatur Desa, kami jangankan dana Stimulan imbas banjir dana perbaikan ekonomi Rp. 5 juta dan Dana Tunggu Huni Rp 1,800.000 itu pun kami tidak menerimanya dimana letak keadilan pemerintah.
Ditempat terpisah Ibu – Ibu imbas banjir bandang Desa Tuwi Buya menyebutkan bahwa sepertinya jumlah penerima sudah di tentukan apakah mungkin akan di lakukan pendataan ulang, jangan- jangan janji di lakukan pendataan ulang hanya sebagai formalitas untuk meredam agar tidak terjadi keributan. Kami ingin memastikan 58 KK imbas bencana banjir bandang dapat dan tidak ada pemotongan oleh aparatur desa, seperti penerima yang awal ada aparatur meminta jatah alasa mereka yang urus ke dinas sosial” Ujar Para Korban pascabencana banjir bandang
Warga juga mengatakan bahwa adanya dugaan aparatur desa mendatangi para penerima bantuan dari kementrian sosial RI meminta jatah alasannya bahwa yang mengurus di dinas sosial itu mereka sehingga penerima bantuan di mintai uang Rp 1-2 juta rupiah, padahal jelas bantuan itu adalah imbas bencana yang dimintai KK dan KTP, tapi sayang bantuan tidak tepat sasaran” Ujar warga
Dia menilai Bantahan kepala desa itu hanya untuk.membela diri karena faktanya tidak seperti yang dia katakan di 2 media, nah dari hasil wawancara dengan penema bantuan bahwa benara aparatur desa meminta uang kepada penerima bantuan Rp 1-2 Juta rupiah, yang mengatakan pemberian itu iklas karena mereka takut diancam oleh yang meminta uang kepada mereka, banyak laporan dugaan penyimpang seperti ketahanan pangang melalui CSR PT Socfindo Seumanyam masa Bobby Hercules hingga kini nggak jelas , dan mengenai kebun Desa juga diduga tidak jelas ” lapor warga penerima bantuan dan warga lainnya
Puluhan kali kaperwil Lingkaran Polri wilayah Aceh Ainon menghubungi melalui WhatsApp tidak ada balasa di telpon juga tidak di angkat padahal hp Berdering, namun pada Jumat 03/04/2026 Jam 15,00 wib ketika dihubungi kembali kepala desa mengangkatnya dia bertanya ada apa dulu , lalu kaperwil Lingkaran Polri Ainun mengatakan apa bisa ketemu hari ini kami ada di Caffee DAWAI KUPI Desa Suka Raja kami tunggu datang kemari, lalu kepala desa menjawab singkat iya, namun sayang setelah ditunggu hingga pukul 16,30 wib kepala desa tak muncul- muncul atau tidak datang untuk menemuinya hingga berita ini di turunkan”
Editor : Tim Lingkaran Polri







