Langkahan – Lingkaran polri.id
Warga penghuni Hunian Sementara (Huntara) Modular dari PUPR di Dusun Luebok Muku, Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, mengeluhkan kondisi air sumur bor yang tidak layak pakai. Proyek sumur bor tersebut diketahui dikerjakan oleh PT. Adhi Karya.
Pantauan awak media Rabu 3/ 2026, air yang dihasilkan sumur bor tersebut berwarna keruh kecoklatan dengan kadar endapan lumpur dan zat besi yang sangat tinggi.
Kondisi toren penampung air milik warga berubah warna dari biru menjadi coklat pekat karena tertutup endapan. Bagian luar toren nyaris tak terlihat warna aslinya akibat lapisan lumpur yang menempel tebal.
Instalasi pompa air yang berada di dalam pagar besi juga terlihat memprihatinkan. Pipa-pipa PVC tersambung ke mesin pompa, namun air yang keluar tidak bisa digunakan.
“Kami di huntara modular PUPR ini susah air bersih. Air dari sumur bor ini nggak bisa dipakai. Untuk mandi aja gatal-gatal semua badan, apalagi mau diminum,” keluh salah seorang ibu penghuni huntara.
Menurut keterangan warga, buruknya kualitas air diduga karena kedalaman sumur bor yang tidak mencukupi. Akibatnya air yang keluar masih tercampur lumpur dan kadar besinya tinggi.
“Kata tukang, sumurnya kurang dalam. Jadi airnya masih kotor gini. Toren aja sampe coklat semua. Mau masak, mandi, nyuci harus cari ke tempat lain.
Warga berharap pihak PUPR dan PT. Adhi Karya sebagai pelaksana proyek segera turun tangan memperbaiki kualitas air sumur bor tersebut. Pasalnya, air bersih menjadi kebutuhan dasar yang sangat vital bagi warga penghuni huntara modular.
Hingga berita ini diturunkan *HARI RABU, 3 JUNI 2026*, belum ada keterangan resmi dari pihak PT. Adhi Karya maupun PUPR terkait tindak lanjut permasalahan air bersih di Huntara Modular Dusun Luebok Muku, Buket Linteung.
Tgk leupi







