PELALAWAN –LINGKARAN POLRI.ID
Rabu sore 17/6/2026, Kantor Pencairan SPB TBS PT Malika Putri Tunggal, Desa Kiyap Jaya, Bandar Sei Kijang berubah jadi TKP berdarah. Seorang admin/kasir perempuan ditusuk 22 kali pakai gunting bengkok + obeng. Motifnya sepele: uang Rp76 juta di brankas.
Kamis dini hari 18/6/2026, pelaku JA (27) udah meringkuk. Kurang dari 12 jam. Itu kecepatan Polres Pelalawan yang bikin pelaku nggak sempat ngerasain uangnya.
Wakapolres Pelalawan Kompol Asep Rahmat bongkar modus JA: ngintip dulu, hafal jam sepi, masuk pas korban sendirian.
“Ini tindak pidana sangat serius karena tidak hanya menyasar harta benda, tetapi juga mengancam nyawa korban,” kata Kompol Asep, Jumat 19/6/2026.
Begitu laporan 110 masuk, Satreskrim + Polsek Bandar Sei Kijang langsung gerak. Olah TKP, sikat CCTV, kejar. Identitas JA kebuka sebelum subuh.
Kasatreskrim AKP Bayu Ramadhan ceritain kronologi yang bikin bulu kuduk berdiri. Pukul 17.00 WIB, pelaku masuk, minta kunci brankas. Korban nolak + teriak.
Disitulah brutalnya keluar: pitik, banting, tendang, injak kepala. Gunting dari meja jadi senjata pertama. Pas bengkok, pelaku ambil obeng, lanjut tusuk lagi.
Hasilnya: 22 luka tusuk di kepala, perut, pundak. Kritis. Tapi yang paling ngiris: dalam kondisi berlumuran darah, korban masih sempat kirim pesan WhatsApp ke rekan kerja minta tolong. Itu pesan terakhir sebelum dia dievakuasi ke RS.
“Ini bukti nyawa manusia lebih kuat dari luka,” kata salah satu petugas di TKP.
Uang Rp76 juta raib. Tapi nggak lama nikmat. Kamis dini hari JA ditangkap saat lagi kabur ke Bandar Sei Kijang. Mau lawan petugas, akhirnya kena tindakan tegas terukur.
“Motif sementara faktor ekonomi. Pelaku terlilit utang, termasuk pinjaman online, dan butuh uang pribadi,” ungkap AKP Bayu.
Sebagian uang diamankan dari tangan JA, sebagian dari rumahnya. Barang bukti lain: gunting, obeng, kipas angin yang dipakai mukul, + motor pelaku.
JA dijerat Pasal 479 ayat (1) & (2) huruf c UU No 1/2023 KUHP. Ancaman: 12 tahun penjara.
Kompol Asep nggak kompromi: “Setiap tindak pidana yang meresahkan masyarakat akan kami tindak cepat, tegas, profesional. Ini bukti.”
Korban masih perawatan intensif. Polres Pelalawan pastikan dampingi sampai tuntas.
Catatan Pahit Buat Kita Semua:
1. Utang pinjol = pintu masuk kejahatan. JA bukan “penjahat karatan”, tapi orang yang kalah sama cicilan + nafsu jalan pintas.
2. Perempuan sendirian di kantor kas = risiko tinggi. Ini evaluasi buat perusahaan sawit: SOP keamanan jangan cuma di atas kertas.
3. 12 jam itu bukan sulap. Polisi cepat karena warga cepat lapor 110 + CCTV nyala. Itu kerja bareng.
Rp76 juta nggak sebanding 22 tusukan. Nggak sebanding nyawa. Nggak sebanding trauma seumur hidup.
Pelalawan boleh rawan konflik lahan, tapi untuk kejahatan sadis kayak gini, Polres nunjukin: nggak ada ruang aman buat pelaku.
Editor : Zurwanto








