Ultimatum 15 Hari: Warga Rantau Baru Tahan Aksi, PT PHI Dikejar Janji KPPA 20% & Sungai

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangkalan Kerinci – Lingkaran Polri.Id

Aksi unjuk rasa urung digelar. Tapi tensi di Desa Rantau Baru justru naik. Senin 29 Juni 2026, warga memilih duduk satu meja dengan PT PHI dan menaruh ultimatum: 15 hari untuk jawab tuntutan KPPA 20% dan pemulihan anak sungai.

Mediasi dilaksanakan di Desa Rantau baru itu mempertemukan tokoh masyarakat, mahasiswa, Kanit Intelkam Polsek Pangkalan Kerinci, dan Humas PT PHI, Yusman. Hasilnya: dialog jalan, solusi ditunda.

Di hadapan perusahaan, warga membongkar semua kekecewaan. Poinnya ada empat: pola kemitraan 20%, penutupan anak sungai, penyerapan tenaga kerja lokal, dan realisasi CSR.

PT PHI tidak menolak mentah-mentah. Untuk tenaga kerja lokal dan CSR, Yusman menyatakan akan diupayakan.

Tapi untuk dua isu paling krusial, jawabannya sama: “Kami harus koordinasi dulu dengan manajemen pusat di Jakarta. Kewenangannya di sana,” kata Yusman.

Ia bahkan mengaku sudah mendesak manajemen pusat segera turun ke Pelalawan. “Kami tidak mau ada aksi jilid II dengan massa lebih besar,” ujarnya.

Jawaban itu tidak membuat warga puas, tapi membuat mereka bersabar. Untuk sementara.

“Kami kasih waktu 15 hari. Kalau tidak ada kepastian dari PT PHI, kami turun aksi berjilid-jilid. Massa lebih banyak. Dan tanpa mediasi lagi,” tegas perwakilan warga.

Hal senada disampaikan mahasiswa. Mereka sudah dua kali melayangkan surat pemberitahuan aksi yang terus ditunda. Kini kesabaran itu berbatas waktu.

Rantau Baru berada di ring satu PT PHI. Hidup warga bertumpu pada kebun dan sungai. Saat skema kemitraan macet dan aliran air tertutup, konflik jadi harga yang harus dibayar.

Mediasi 29 Juni menahan aksi. Tapi 15 hari ke depan akan menentukan: apakah PT PHI Jakarta turun tangan, atau Rantau Baru kembali ke jalan.

Facebook Comments Box

Editor : Zurwanto

Berita Terkait

Maulid Keliling Kampung 13: Bumi Mengering, Sholawat Menggema di Pelalawan
Pimpin Apel Pagi, Waka Polres Selayar Minta Para PJU dan Seluruh Personel Komitmen Jalankan Tugas dan Tanggung Jawab
Dugaan Persetubuhan Anak di Rupat, Keluarga Minta Kasus Diusut
Perwakilan Warga Datangi AJPLH Pelalawan, Tuntut Pemeriksaan Menyeluruh dan Akan Gelar Aksi Massa
SUARA PERS, SUARA RAKYAT Ketua Umum PJI Hartanto Boechori: “Jawab Ketakutan dengan Pembatasan Pintar!” 
Gelora Kemerdekaan Tak Padam: Dusun Tanggungan Tampil Spektakuler dalam Gebyar Karnaval Desa Balongrejo
Usai Antar Penumpang ke Nganjuk, Driver Taksi Online Diduga Bawa Kabur Perhiasan
Bocah 2 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 21:54 WIB

Maulid Keliling Kampung 13: Bumi Mengering, Sholawat Menggema di Pelalawan

Senin, 7 September 2026 - 20:21 WIB

Pimpin Apel Pagi, Waka Polres Selayar Minta Para PJU dan Seluruh Personel Komitmen Jalankan Tugas dan Tanggung Jawab

Senin, 7 September 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Persetubuhan Anak di Rupat, Keluarga Minta Kasus Diusut

Senin, 7 September 2026 - 06:38 WIB

Perwakilan Warga Datangi AJPLH Pelalawan, Tuntut Pemeriksaan Menyeluruh dan Akan Gelar Aksi Massa

Minggu, 6 September 2026 - 22:23 WIB

SUARA PERS, SUARA RAKYAT Ketua Umum PJI Hartanto Boechori: “Jawab Ketakutan dengan Pembatasan Pintar!” 

Berita Terbaru