Kediri ( Jatim ), Media Nasional LingkaranPolri.id – Kevin Silitonga.
Suasana penuh kebersamaan mewarnai peringatan Bersih Desa Papar yang digelar di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, pada Jumat Pon (10/7/2026). Tradisi tahunan tersebut kembali menjadi momentum mempererat persaudaraan warga sekaligus melestarikan budaya lokal melalui tema “Rekonstruksi Kebudayaan, Merawat Keberagaman, Mewujudkan Ketahanan Pangan.”

Ratusan masyarakat tampak memadati lokasi kegiatan bersama jajaran pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemuda setempat. Hadir dalam kesempatan itu Camat Papar Andrea Rangga Primansya, S.STP., M.M., Kapolsek Papar AKP Sriati, Danramil Papar, serta Lurah Papar dr. Joko Santoso beserta perangkat kelurahan.

Salah satu daya tarik utama dalam perayaan tahun ini adalah tersajinya 152 tumpeng hasil partisipasi warga dari berbagai lingkungan di Kelurahan Papar. Sajian tersebut tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas nikmat dan hasil bumi yang diterima masyarakat, tetapi juga mencerminkan kuatnya semangat gotong royong yang masih terpelihara hingga kini.

Dalam sambutannya, Camat Papar Andrea Rangga Primansya menilai tradisi Bersih Desa memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya maskebersama. Menurutnya, kegiatan semacam ini mampu memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari pembangunan desa.
Senada dengan itu, Lurah Papar dr. Joko Santoso menjelaskan bahwa setiap tumpeng yang dibawa warga mengandung doa dan harapan agar masyarakat senantiasa memperoleh keberkahan, kesehatan, serta hasil pertanian yang melimpah.
“Melalui tradisi ini kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga budaya warisan leluhur, memperkuat persatuan, serta membangun semangat gotong royong sebagai fondasi dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kelurahan Papar,” ungkapnya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebelum seluruh tumpeng dibagikan dan dinikmati secara bersama-sama oleh warga. Suasana kekeluargaan yang tercipta menjadi bukti bahwa tradisi Bersih Desa tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
Pemerintah Kelurahan Papar berharap kegiatan tersebut dapat terus dilestarikan sebagai media memperkuat nilai-nilai kebersamaan, menjaga keberagaman, serta mendorong terwujudnya masyarakat yang mandiri, harmonis, dan sejahtera melalui penguatan ketahanan pangan.
(Kevin Silitonga/LingkaranPolri.id)
Penulis : Kevin Silitonga








