“Sudah 9 Nyawa Melayang” Tragedi Upai Kotamobagu Sepi Penjelasan, Warga: No Viral No Justice?

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULUT, KOTAMOBAGU, Lingkaranpolri.id – “Selasa, 25 Agustus 2026″– sudah dua minggu berlalu sejak tragedi maut di Upai, Kotamobagu yang menelan 9 korban jiwa. Namun hingga saat ini belum ada penjelasan terbuka dari pihak berwenang terkait perkembangan penyidikan.

Ketiadaan informasi resmi membuat sejumlah warga bertanya-tanya. Ada apa di balik sepinya kabar?

Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, proses pertanggungjawaban sejauh ini hanya tertuju kepada atlet yang terlibat. Sementara pihak komite, panitia, dan penyelenggara kegiatan disebut-sebut “tutup mata”.

“Ini yang kami tidak habis pikir. Masa cuma atlet yang dikejar untuk biaya. Lah yang bikin acara, yang kasih izin, yang dapat keuntungan, kemana? Tanggung jawabnya mana?” ujar salah satu warga Upai dengan nada kecewa.

Warga menilai, panitia dan pemberi izin event memiliki tanggung jawab penuh atas keselamatan peserta dan penonton.

Lebih ironis lagi, tragedi yang menelan “9 nyawa” ini nyaris tidak terdengar di pemberitaan media massa. Ketiadaan liputan membuat publik berspekulasi.

“Kemana media? Apa karena ada anak pejabat yang terlibat makanya tidak ada yang berani muat? Kami jadi bertanya-tanya,” kata warga lainnya.

Tagar “No Viral No Justice” pun mulai terdengar di obrolan warga. Sindiran itu muncul karena publik merasa keadilan baru jalan kalau sudah ramai di media sosial.

“Apakah Cuma Sampai Turut Berduka Cita?”

Warga menuntut kejelasan. Bukan hanya ucapan belasungkawa, tapi tindakan nyata dan kepastian hukum.

“Sudah 9 nyawa melayang. Dimana keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia? Jangan sampai kasus ini selesai cuma dengan ‘turut berduka cita’,” tegas warga.

Warga mendesak 3 pihak segera bertanggung jawab:

1. “Komite Pelaksana Kegiatan”

2. “Penyelenggara Event”

3. “Pemberi Izin”

“Usut sampai tuntas. Jangan tebang pilih. Proses semua. Rakyat kecil juga manusia,” ujar warga.

Warga meminta Polda Sulut dan Polres Kotamobagu segera menggelar konferensi pers. Menjelaskan siapa saja yang sudah diperiksa, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana nasib para korban.. Red//

Facebook Comments Box

Penulis : Engelber Metariang

Berita Terkait

Polres Nganjuk Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2026, Kapolres Tekankan Penegakan Hukum yang Humanis
Polres Nganjuk Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2026, Kapolres Tekankan Penegakan Hukum yang Humanis
HUT ke-27 Tanjung Jabung Timur, Kades Jati Mulyo: Momentum Memajukan Daerah
Kapolsek Pinggir Bantah Terlibat BBM Ilegal, Cek Lapangan: Gudang yang Dituding Sepi.
Kapolres Aceh Utara Sambangi SMKN 1 Lhoksukon, Ajak Pelajar Jauhi Narkoba dan Kenakalan Remaja
SKANDAL DIDUGA BBM ILEGAL Di SERIJABO BARU: GUDANG PENGOPLOSAN SOLAR SUBSIDI DIDUGA DILINDUNGI OKNUM APARAT 
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Patroli Skala Besar, Antisipasi Gangster dan Balap Liar
Peringatan Hari Santri Nasional 2026: “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Polres Nganjuk Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2026, Kapolres Tekankan Penegakan Hukum yang Humanis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Polres Nganjuk Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2026, Kapolres Tekankan Penegakan Hukum yang Humanis

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Kapolsek Pinggir Bantah Terlibat BBM Ilegal, Cek Lapangan: Gudang yang Dituding Sepi.

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kapolres Aceh Utara Sambangi SMKN 1 Lhoksukon, Ajak Pelajar Jauhi Narkoba dan Kenakalan Remaja

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:11 WIB

SKANDAL DIDUGA BBM ILEGAL Di SERIJABO BARU: GUDANG PENGOPLOSAN SOLAR SUBSIDI DIDUGA DILINDUNGI OKNUM APARAT 

Berita Terbaru