LINGKARANPOLRI.ID//PALEMBANG — Kondisi akses penyeberangan warga Sungki yang dikenal masyarakat sebagai Jalan Besi atau Jerambah Satu*, yang berada di kawasan Jalan Ki Kemas Rindo, Kelurahan Ogan Baru dan Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, kembali menjadi sorotan,Kamis(3/9/2026).
Kondisi sejumlah bagian besi penahan pada akses tersebut disebut mulai mengalami kerusakan. Keadaan itu menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, mengingat akses tersebut merupakan salah satu jalur penting yang digunakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sorotan keras datang dari *Rudi Kongsi*, warga Sungki, yang mengaku sangat prihatin melihat kondisi akses penyeberangan tersebut. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian serius sebelum kerusakan semakin parah dan berpotensi membahayakan masyarakat yang melintas.
Rudi menilai jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah terjadi kejadian yang tidak diinginkan.
> “Kami sangat prihatin melihat kondisi besi penahan yang sudah banyak rusak. Ini merupakan salah satu akses penting bagi warga Sungki. Jangan sampai nanti roboh atau terjadi sesuatu yang membahayakan warga, baru dibangun atau diperbaiki oleh pemerintah,” ujar Rudi Kongsi.
Menurut Rudi, keberadaan Jalan Besi atau Jerambah Satu bukan sekadar jalur penghubung biasa. Bagi masyarakat sekitar, akses tersebut memiliki peranan penting karena digunakan untuk menunjang mobilitas warga dalam berbagai aktivitas.
Mulai dari pergi bekerja, berdagang, mengantar anak, hingga aktivitas masyarakat lainnya, akses tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.
Karena itu, kondisi fisik jerambah yang mulai mengalami kerusakan dinilai tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil.
Warga Khawatir Kerusakan Semakin Parah
Rudi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi besi penahan yang menurutnya sudah terlihat mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Ia berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian dari pemerintah dan instansi terkait untuk dilakukan pengecekan secara menyeluruh.
Menurutnya, pemeriksaan jangan hanya dilakukan ketika sudah terjadi kerusakan berat. Sebaliknya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas agar keselamatan masyarakat tetap terjamin.
“Kalau memang ada bagian yang sudah rusak, kami berharap segera dicek dan diperbaiki. Jangan menunggu sampai kondisinya semakin parah. Keselamatan warga harus menjadi yang utama,” tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah dapat turun langsung melihat kondisi Jalan Besi atau Jerambah Satu tersebut sehingga dapat diketahui secara pasti bagian mana saja yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan.
Satu Akses Penting bagi Warga Sungki
Rudi menegaskan bahwa akses tersebut memiliki nilai penting bagi masyarakat Sungki. Apabila terjadi kerusakan serius hingga menyebabkan akses tidak dapat digunakan, masyarakat dikhawatirkan akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Oleh sebab itu, menurutnya, perbaikan maupun pemeliharaan terhadap fasilitas publik seharusnya dilakukan secara berkala.
“Ini akses warga, Kalau sampai tidak bisa dilewati, tentu masyarakat yang paling merasakan dampaknya. Karena itu kami meminta pemerintah jangan menunggu kondisi benar-benar rusak parah,” katanya.
Ia berharap perhatian terhadap kondisi jerambah tidak hanya muncul ketika persoalan tersebut sudah viral di media sosial atau setelah terjadi insiden.
Menurut Rudi, tindakan preventif jauh lebih penting untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan.
“Jangan Sampai Ada Korban Baru Bergerak”
Pernyataan Rudi juga menjadi bentuk keresahan masyarakat yang menginginkan adanya perhatian terhadap infrastruktur yang digunakan sehari-hari.
Ia meminta pihak pemerintah dan instansi teknis terkait untuk segera turun melakukan pengecekan terhadap struktur Jalan Besi atau Jerambah Satu.
Menurutnya, masyarakat tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Warga hanya berharap fasilitas yang menjadi akses bersama tersebut tetap aman dan layak digunakan.
“Kami bukan mau mencari kesalahan siapa-siapa. Kami hanya ingin pemerintah melihat kondisi di lapangan. Kalau memang ada yang rusak, ya tolong segera diperbaiki. Jangan sampai ada korban dulu baru semua pihak sibuk,” ungkap Rudi.
Ia juga mengajak masyarakat yang menggunakan akses tersebut untuk tetap berhati-hati saat melintas, terutama apabila kondisi besi maupun bagian lain dari jerambah memang sudah mengalami kerusakan.
*Pemerintah Diminta Jangan Tutup Mata*
Rudi berharap keluhan masyarakat ini dapat menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Palembang dan instansi terkait.
Ia meminta dilakukan pengecekan teknis terhadap kondisi jerambah, termasuk kekuatan besi penahan, lantai atau badan jalan, serta bagian lainnya yang berpotensi mengalami kerusakan.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya bagian yang tidak layak atau berisiko, Rudi berharap perbaikan dapat segera dilakukan berdasarkan tingkat urgensinya.
Sebab, menurutnya, fasilitas umum yang digunakan masyarakat secara terus-menerus membutuhkan pemeliharaan dan pengawasan secara berkala.
“Kami berharap pemerintah jangan tutup mata. Lihat kondisi yang sebenarnya. Ini akses masyarakat, bukan milik pribadi. Jadi keselamatan warga harus dipikirkan,” pungkasnya.
Kini masyarakat Sungki berharap keluhan tersebut mendapat respons dari pihak terkait. Mereka menunggu langkah nyata berupa pengecekan dan, apabila diperlukan, perbaikan terhadap bagian-bagian Jalan Besi atau Jerambah Satu yang mengalami kerusakan.
*Jangan tunggu jerambah benar-benar roboh. Jangan tunggu ada korban. Jika tanda-tanda kerusakan sudah terlihat, langkah pencegahan seharusnya dilakukan sejak sekarang.*
(Jhony)








