ACEH TIMUR — Lingkaran polri.id
Pemerintah Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, menggelar Pengajian Jumat ke-3 bagi seluruh aparatur gampong, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Keuchik Gampong Pante Rambong itu diikuti sekitar 30 peserta, terdiri dari Keuchik, Sekretaris Gampong, Kepala Dusun, Tuha Peut, staf gampong serta sejumlah tokoh masyarakat.
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembukaan oleh Sekretaris Gampong, dilanjutkan diskusi bersama aparatur sebelum memasuki sesi pengajian.

Mengangkat tema “Tanggung Jawab Seorang Pemimpin”, pengajian tersebut menjadi momentum untuk mengingatkan jajaran aparatur bahwa jabatan bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Materi disampaikan Abi Adami, selaku Ketua Huda Pante Bidari sekaligus tokoh agama yang aktif dalam pembinaan masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Abi Adami menegaskan bahwa kepemimpinan dalam Islam bukanlah sekadar jabatan atau kehormatan. Seorang pemimpin memiliki tanggung jawab besar yang akan dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat.
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinan yang dipercayakan kepadanya,” ujar Abi Adami, mengutip hadis Rasulullah SAW.
Ia menjelaskan, terdapat tiga bentuk tanggung jawab utama yang harus menjadi pegangan seorang pemimpin.
Pertama, tanggung jawab kepada Allah SWT, dengan menjalankan pemerintahan berdasarkan prinsip kebenaran, kejujuran dan keadilan.
Kedua, tanggung jawab kepada masyarakat, dengan mengutamakan kepentingan umum, bersikap transparan dalam pengelolaan keuangan gampong serta responsif terhadap aspirasi warga.
Ketiga, tanggung jawab terhadap diri sendiri, yakni mampu menjadi teladan, menjaga amanah serta terus meningkatkan ilmu dan keterampilan dalam menjalankan tugas.
Sementara itu, Keuchik Gampong Pante Rambong menyebut tema pengajian tersebut sangat penting sebagai pengingat bagi seluruh aparatur agar senantiasa berhati-hati dalam menjalankan tugas dan mengambil kebijakan.
“Kami adalah pelayan masyarakat. Segala sesuatu yang kami kelola, baik itu uang maupun fasilitas, adalah milik rakyat. Kami wajib mengelolanya dengan sebaik-baiknya,” tegas Keuchik.
Pengajian berlangsung hingga pukul 12.00 WIB dan ditutup dengan doa bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi singkat mengenai evaluasi serta rencana peningkatan kinerja pelayanan aparatur gampong.
Pengajian Jumat yang digelar secara rutin tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat integritas, tanggung jawab dan kesadaran aparatur dalam menjalankan amanah masyarakat.
Dengan tertanamnya nilai kejujuran, keadilan dan transparansi, pemerintahan gampong diharapkan semakin bersih, profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kalau ingin gaya yang lebih tajam dan berkelas seperti berita utama media online, judulnya bisa dibuat: “Jabatan Bukan Mahkota, Tapi Amanah: Aparatur Pante Rambong Diingatkan Soal Tanggung Jawab Pemimpin.”
Tgk leupi








