LHOKSUKON — Lingkaran polri.id
Di tengah ancaman kekeringan dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah, keluarga besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon memilih menengadahkan tangan melalui Shalat Istisqa dan doa bersama.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Mushalla Lapas Lhoksukon, Senin (21/9/2026), sekitar pukul 13.30 WIB. Shalat Istisqa diikuti jajaran petugas Lapas bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan sekaligus memanjatkan doa agar berbagai bencana yang berkaitan dengan kekeringan dan karhutla segera berakhir.
Dalam suasana penuh kekhusyukan, para jamaah memohon ampunan kepada Allah SWT serta berharap diberikan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat dan lingkungan.
Doa tersebut juga menjadi bentuk kepedulian keluarga besar Lapas Lhoksukon terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan maupun kabut asap akibat karhutla di berbagai daerah.
Meski berada di balik tembok lembaga pemasyarakatan, kepedulian terhadap kondisi negeri tetap menjadi bagian dari kehidupan para petugas dan warga binaan.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian dan doa untuk keselamatan masyarakat dapat dipanjatkan dari mana saja.
Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Muhiduddin, melalui kegiatan tersebut turut mengajak seluruh keluarga besar Lapas untuk memperkuat doa dan meningkatkan kepedulian terhadap berbagai musibah yang tengah dihadapi masyarakat.
Shalat Istisqa dan doa bersama diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar batin agar hujan segera turun, kekeringan dapat teratasi, serta ancaman karhutla dan kabut asap segera berakhir.
Dari balik jeruji, doa itu dipanjatkan untuk satu harapan: semoga hujan turun membawa rahmat, dan masyarakat di berbagai wilayah senantiasa diberikan keselamatan serta perlindungan Allah SWT.
Pak nek








