Pelalawan – Lingkaran Polri.Id
Ada pesan yang sederhana, namun sarat makna disampaikan Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, S.H. saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ITP2I Tahun Akademik 2026/2027. Selasa 22/9/2026.
Di hadapan para mahasiswa baru, Husni tidak hanya berbicara tentang dunia akademik, masa depan, maupun pentingnya menuntut ilmu.
Ia membawa mahasiswa sejenak melihat kembali ke tempat dari mana perjalanan mereka bermula: keluarga, terutama orang tua. Menurut Husni, keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh tingginya pendidikan, jabatan, kekayaan ataupun banyaknya gelar yang disandang. Ada satu hal yang sering kali sederhana tetapi memiliki nilai besar dalam perjalanan hidup, yakni menghormati dan berbakti kepada orang tua.
“Kalau ingin berhasil, salah satunya adalah hormati orang tua. Jangan pernah merasa bahwa keberhasilan kita hanya karena kemampuan kita sendiri. Di belakang kita ada doa orang tua, ada pengorbanan mereka, ada keringat dan air mata yang mungkin tidak pernah kita lihat,” pesan Husni kepada mahasiswa baru.
Suasana seakan berubah menjadi lebih hening ketika pesan tersebut disampaikan.
Sebab, di balik setiap mahasiswa yang berdiri hari ini dengan harapan meraih masa depan, ada orang tua yang mungkin telah bertahun-tahun bekerja keras agar anaknya dapat duduk di bangku perguruan tinggi.
Ada ayah yang menahan lelah demi membayar biaya pendidikan.
Ada ibu yang mungkin tidak pernah berhenti mendoakan anaknya, bahkan ketika sang anak tidak mengetahui bahwa namanya selalu disebut dalam setiap doa.
Husni mengingatkan mahasiswa agar jangan sampai kesibukan mengejar cita-cita membuat mereka lupa kepada orang yang pertama kali percaya bahwa mereka mampu meraihnya.
“Jangan sampai ketika sudah sukses, kita justru lupa kepada orang tua. Sebelum mengejar dunia yang lebih luas, jangan lupakan orang yang pertama kali mengajarkan kita mengenal dunia,” tuturnya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadikan ilmu yang diperoleh di kampus sebagai bekal untuk menjadi manusia yang bermanfaat. Sebab, menurutnya, pendidikan tidak hanya melahirkan orang pintar, tetapi juga harus melahirkan manusia yang memiliki akhlak, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.
“Ilmu itu penting, tetapi ilmu tanpa akhlak akan kehilangan makna. Jadilah orang berilmu yang tetap rendah hati, hormat kepada orang tua, menghargai guru dan dosen, serta peduli kepada masyarakat,” pesan Husni.
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian yang menguatkan makna PKKMB ITP2I Tahun Akademik 2026/2027. Bagi mahasiswa baru, memasuki perguruan tinggi bukan sekadar memasuki ruang kuliah, tetapi juga memasuki fase baru dalam kehidupan.
Di kampus mereka akan belajar tentang teori dan ilmu pengetahuan. Namun di luar ruang kelas, mereka juga akan belajar tentang kehidupan, tentang perjuangan, kegagalan, persahabatan, tanggung jawab, dan bagaimana menjadi manusia yang tetap memiliki nilai ketika suatu hari nanti berhasil mencapai cita-cita.
Husni berharap mahasiswa ITP2I tidak hanya keluar dari kampus dengan membawa ijazah, tetapi juga membawa ilmu, karakter dan hati yang tetap terikat kepada keluarga serta masyarakat.
Karena pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang mampu berdiri, tetapi juga tentang seberapa kuat ia mengingat siapa yang pernah menopang langkahnya ketika ia belum mampu berdiri sendiri.
Dan bagi banyak orang, di balik langkah pertama menuju keberhasilan itu, selalu ada doa seorang ibu dan pengorbanan seorang ayah.
Editor : Zurwanto







