Masyarakat Desa Rheng Bluek Kecewa Dengan Data Penerima Jadup

Kamis, 1 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MURAH MULIA — Lingkaran polri.id

Kekecewaan mendalam melanda warga Desa Rheng Bluek. Dari total 216 Kepala Keluarga pokok di desa ini, terdapat 20 warga luar yang berada di desa tersebut dan memiliki usaha di sini. Namun yang sangat menyakitkan, dari sekian banyak warga yang terdampak, daftar penerima bantuan Jaminan Hidup yang keluar hanya mencantumkan 53 KK. Padahal banyak warga asli yang rumahnya terendam, tertutup lumpur setinggi lutut, bahkan sudah tidak layak lagi untuk ditempati — namanya justru hilang sama sekali, sementara yang tidak terkena dampak tercantum.

 

“Masak yang tidak merasakan apa-apa justru dapat. Sedangkan kami yang air masuk, lumpur menebal setinggi lutut, rumah sudah tidak layak ditinggali — kami tidak ada sebut sedikit pun di daftar itu. Di mana keadilannya?” tegas salah seorang warga dengan suara bergetar.

 

Tidak tahan lagi melihat ketidakadilan ini, warga bergerak bersama mendatangi Kantor Kecamatan Murah Mulia untuk menuntut kejelasan secara langsung. Namun sayangnya, kedatangan warga justru disambut dengan jawaban yang tidak memuaskan. Hal ini pun dibenarkan oleh perangkat desa yang turut hadir bersama warga di lokasi.

 

Terkait hal ini, Geuchik Desa Rheng Bluek memberikan penjelasan. Ia menegaskan telah bekerja sungguh-sungguh mendata seluruh warga, bahkan dirinya dan perangkat desa rela begadang hingga subuh demi menyusun data tersebut dengan teliti.

 

“Saya mendata semua warga. Kami begadang sampai pagi menyelesaikannya. Tetapi saya tegaskan, saya dan perangkat tidak pernah mengajak, menyuruh, apalagi memprovokasi warga untuk ke kantor camat. Kedatangan mereka murni keinginan dan kesepakatan warga sendiri karena sudah tidak tahan melihat ketidakadilan ini,” ucap Geuchik tegas.

 

Warga menuntut agar daftar ditinjau ulang segera. Jangan sampai bantuan justru jatuh ke tangan yang tidak berhak, sementara korban yang sungguh-sungguh menderita dibiarkan tanpa pertolongan.

 

 

Tgk leupie

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Proyek Jalan Beton Dusun Tanjung Aro Kelurahan Kuripan Babas Diduga Asal Jadi, Pemborong Pilih Bungkam Saat Dikonfirmasi
PCNU Pagaralam dan Kejaksaan Meminta PAKEM Pagaralam Mendeteksi Dini Faham Aliran Kepercayaan dan Keagamaan Sesat di Masyarakat
Komandan Batalyon C Pelopor Kompol Usman Resmi Serahkan Jabatan kepada Kompol Siswadi Jamal
Perkuat Kedekatan dengan Warga, Polsek Salapian Gelar KUBAMAS dan Ajak Ibu-Ibu Jaga Kamtibmas
Di Duga Nunggak Rp 25 Juta , Bangun TK. Kades Kesatuan Perbaungan Sulit Dihubungi.
Cegah Kenakalan Remaja dan Bullying, Sat Binmas Polres Selayar Berikan Edukasi kepada Pelajar SMPN 49 Bontobangun
program revitalisasi satuan pendidikan telah selesai dilaksanakan di SMK Kamal Persada,
Tempat lokasi Pengoplosan Gas LPG. Skala Besar ada di pasar 9 Gas Besar Desa Manunggal. Labuhan.

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Proyek Jalan Beton Dusun Tanjung Aro Kelurahan Kuripan Babas Diduga Asal Jadi, Pemborong Pilih Bungkam Saat Dikonfirmasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:54 WIB

PCNU Pagaralam dan Kejaksaan Meminta PAKEM Pagaralam Mendeteksi Dini Faham Aliran Kepercayaan dan Keagamaan Sesat di Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Komandan Batalyon C Pelopor Kompol Usman Resmi Serahkan Jabatan kepada Kompol Siswadi Jamal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Perkuat Kedekatan dengan Warga, Polsek Salapian Gelar KUBAMAS dan Ajak Ibu-Ibu Jaga Kamtibmas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Di Duga Nunggak Rp 25 Juta , Bangun TK. Kades Kesatuan Perbaungan Sulit Dihubungi.

Berita Terbaru