MURAH MULIA — Lingkaran polri.id
Kekecewaan mendalam melanda warga Desa Rheng Bluek. Dari total 216 Kepala Keluarga pokok di desa ini, terdapat 20 warga luar yang berada di desa tersebut dan memiliki usaha di sini. Namun yang sangat menyakitkan, dari sekian banyak warga yang terdampak, daftar penerima bantuan Jaminan Hidup yang keluar hanya mencantumkan 53 KK. Padahal banyak warga asli yang rumahnya terendam, tertutup lumpur setinggi lutut, bahkan sudah tidak layak lagi untuk ditempati — namanya justru hilang sama sekali, sementara yang tidak terkena dampak tercantum.
“Masak yang tidak merasakan apa-apa justru dapat. Sedangkan kami yang air masuk, lumpur menebal setinggi lutut, rumah sudah tidak layak ditinggali — kami tidak ada sebut sedikit pun di daftar itu. Di mana keadilannya?” tegas salah seorang warga dengan suara bergetar.
Tidak tahan lagi melihat ketidakadilan ini, warga bergerak bersama mendatangi Kantor Kecamatan Murah Mulia untuk menuntut kejelasan secara langsung. Namun sayangnya, kedatangan warga justru disambut dengan jawaban yang tidak memuaskan. Hal ini pun dibenarkan oleh perangkat desa yang turut hadir bersama warga di lokasi.
Terkait hal ini, Geuchik Desa Rheng Bluek memberikan penjelasan. Ia menegaskan telah bekerja sungguh-sungguh mendata seluruh warga, bahkan dirinya dan perangkat desa rela begadang hingga subuh demi menyusun data tersebut dengan teliti.
“Saya mendata semua warga. Kami begadang sampai pagi menyelesaikannya. Tetapi saya tegaskan, saya dan perangkat tidak pernah mengajak, menyuruh, apalagi memprovokasi warga untuk ke kantor camat. Kedatangan mereka murni keinginan dan kesepakatan warga sendiri karena sudah tidak tahan melihat ketidakadilan ini,” ucap Geuchik tegas.
Warga menuntut agar daftar ditinjau ulang segera. Jangan sampai bantuan justru jatuh ke tangan yang tidak berhak, sementara korban yang sungguh-sungguh menderita dibiarkan tanpa pertolongan.
Tgk leupie






