lingkaranpolri.id
PCNU Pagaralam menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) yang dilaksanakan oleh Kajari Pagaralam bertempat di Aula Kantor Kejaksanaan Negeri Pagaralam
Dalam kegiatan Rapat Koordinasi ini PCNU Pagaralam mengutus Pengurus harian Katib Syuriah dan Sekretaris PCNU Kyai Helmi dan Ust. Ibnu Hamzah dan LPBHNU Pagaralam Leo Pratama, M.H dan Tim sebagai peserta aktif dalam kegiatan tersebut.
Rapat yang disponsori oleh Kejaksaan Negeri Pagaralalam merupakan rapat yang membahas tentang kepercayaan dan faham keagamaan serta aliran yang meresahkan Masyarakat disingakat dengan PAKEM. Hal ini diatur dalam UU No.1
/PNPS/1965 tentang Pengawasan Aliran Kepercayaan dan keagamaan dalam masyarakat.
Sebagai organisasi yang bergerak pada aspek Agama dan sosial kemasyarakatan PCNU Pagaralam menyambut baik rapat koordinasi ini. Karena ini bisa dijadikan wadah informasi dan komunikasi tentang faham dan aliran kepercayaan yang terjadi dimasyarakat yang harus diawasi dan ditindak lanjuti agar masyarakat Kota Pagaralam kondusif dari faham-faham yang menyesatkan.
Tentunya PCNU Pagaralam akan berpegang teguh kepada hasil-hasil Bahsul Masaa’il yang menjadi rujukan dalam menentukan apakah ada faham yang bertentang Syariat atau tidak yang terjadi dimasyarakat.
PCNU Pagaralam akan melakukan koordinasi dengan kejaksaan dan lembaga keagamaan lainnya bila ada indikasi penyimpangan dengan cara : Pencegahan dan Pemantauan, kajian dan Evaluasi, serta rekomendasi Pelarangan
Sebagai contoh faham yang menyimpang pernah terjadi di Indonesia yang ditangani oleh PAKEM seperti ; Al Qiyadah al Islamiyah, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Tarikat Taj al Khalwaty Syekh Yusuf (Gowa) & Tarekat Ana Loloa (Maros) serta Saksi Yewuha & Shensei Bukkyo. Ini semua dianggap sesat dan menyesatkan yang pernah diputuskan sebagai aliran sesat keagamaan yang terjadi di Masyarakat.
Sebagai dasar dalam menentukan faman dan aliran sesat NU bertitik tolak dari ajaran Ahli Sunnah Waljamaah dalam Aqidah mengikuti Imam Asy’ari dan Imam Maturudi dengan kerangka berfikir tentang penyimpangan faham dan ajaran sebagai berikut :
– Faham atau ajaran yang menyalahi sifat wajib bagi Allah
– Mengangungkan Akal secara berlebihan
– Tekstual dan Literasi Ekstrem (Mujassimah / Wahabi / Khawarij)
– Fanatisme Buta
Dalam menghadapi faham dan ajaran sesat NU mempunyai sikap dan posisi
– Aswaja sebagai tolak ukur
– Sikap terhadap perbedaan penyimpangan seperti mengaku Nabi baru, merubah rukun Islam / Iman, atau menolak al Qur’an dan Hadis
– Sinergi dengan MUI yang menetapkan 10 indikator aliran sesat
Semoga Rapat Koordinasi ini dapat memberikan dampak yang positif dalam menjaga masyarakat dari faham dan aliran dengan mengembalikan dan melestarikan faham Ahlul sunnah waljamaah.
(Rian)
Rabu, 21 Oktober 2026
By. Dr. H. Deni Priansyah, S.Ag.,M.Pd.I






