Manager RSUD Prof Dr H.M.Anwar Makkatutu Bantaeng Gelar Pertemuan Bersama Pihak Keluarga Pasien

Rabu, 14 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTAENG.Lingkaranpolri.id- Merespons protes keluarga terkait kematian pasien ibu hamil usai menjalani operasi Caesar (SC), manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu kabupaten Bantaeng menggelar pertemuan bersama pihak keluarga pasien.

Pertemuan berlangsung di ruang direktur RSUD Anwar Makkatutu dan dihadiri Plt Direktur RSUD Anwar Makkatutu, dr. Yusri Lisangan, Sp.OG., M.H., M.Kes., Plt Wakil Direktur dr. Riesti Ekasanti, Sp.PK., M.Kes., dokter yang menangani operasi Caesar, dr. Angga Dewi Umar, Sp.OG., keluarga almarhumah, serta insan pers.

Dalam pertemuan tersebut, manajemen rumah menyampaikan telah melakukan investigasi menyeluruh melalui audit internal untuk mengevaluasi penanganan medis terhadap pasien.

Pihak manajemen juga mengundang suami almarhumah beserta keluarga dekat lainnya guna memperoleh informasi dan memberikan penjelasan terkait tindakan operasi Caesar yang dilakukan sebanyak dua kali dalam waktu singkat.

Plt Direktur RSUD Anwar Makkatutu dr. Yusri menjelaskan bahwa tindakan medis berupa operasi lanjutan dapat dibenarkan apabila terdapat indikasi klinis darurat.

Salah satu kondisi yang dapat menjadi indikasi tersebut adalah atonia uteri, yakni kondisi ketika rahim gagal berkontraksi secara efektif setelah persalinan sehingga berisiko menyebabkan perdarahan hebat.

Setelah mendengarkan penjelasan dari pihak RSAM, suami dan keluarga almarhumah menyatakan menerima hasil audit yang disampaikan manajemen

Pihak keluarga menjelaskan bahwa unggahan mereka di media sosial Facebook sebelumnya bertujuan untuk memperoleh kejelasan mengenai penanganan medis yang dilakukan rumah sakit terhadap almarhumah.

“Terkait postingan kami di Facebook, kami hanya ingin mendapat kejelasan penanganan pihak rumah sakit,” ucap keluarga pasien.

Pertemuan tersebut menjadi ruang klarifikasi antara pihak keluarga dan manajemen RSUD Anwar Makkatutu terkait penanganan medis yang dipersoalkan setelah meninggalnya pasien usai menjalani operasi Caesar.( Ucok Haidir )

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Proyek Jalan Beton Dusun Tanjung Aro Kelurahan Kuripan Babas Diduga Asal Jadi, Pemborong Pilih Bungkam Saat Dikonfirmasi
PCNU Pagaralam dan Kejaksaan Meminta PAKEM Pagaralam Mendeteksi Dini Faham Aliran Kepercayaan dan Keagamaan Sesat di Masyarakat
Komandan Batalyon C Pelopor Kompol Usman Resmi Serahkan Jabatan kepada Kompol Siswadi Jamal
Perkuat Kedekatan dengan Warga, Polsek Salapian Gelar KUBAMAS dan Ajak Ibu-Ibu Jaga Kamtibmas
Di Duga Nunggak Rp 25 Juta , Bangun TK. Kades Kesatuan Perbaungan Sulit Dihubungi.
Cegah Kenakalan Remaja dan Bullying, Sat Binmas Polres Selayar Berikan Edukasi kepada Pelajar SMPN 49 Bontobangun
program revitalisasi satuan pendidikan telah selesai dilaksanakan di SMK Kamal Persada,
Tempat lokasi Pengoplosan Gas LPG. Skala Besar ada di pasar 9 Gas Besar Desa Manunggal. Labuhan.

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Proyek Jalan Beton Dusun Tanjung Aro Kelurahan Kuripan Babas Diduga Asal Jadi, Pemborong Pilih Bungkam Saat Dikonfirmasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:54 WIB

PCNU Pagaralam dan Kejaksaan Meminta PAKEM Pagaralam Mendeteksi Dini Faham Aliran Kepercayaan dan Keagamaan Sesat di Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Komandan Batalyon C Pelopor Kompol Usman Resmi Serahkan Jabatan kepada Kompol Siswadi Jamal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Perkuat Kedekatan dengan Warga, Polsek Salapian Gelar KUBAMAS dan Ajak Ibu-Ibu Jaga Kamtibmas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Di Duga Nunggak Rp 25 Juta , Bangun TK. Kades Kesatuan Perbaungan Sulit Dihubungi.

Berita Terbaru