LINGKARANPOLRI.ID//OGAN ILIR — 18 Oktober 2026 Api telah padam dan bangunan pun hangus, namun pertanggungjawaban atas peristiwa kebakaran hebat di gudang BBM ilegal Desa Lorok belum terlihat satu pun.
Diduga Fauzi dan Sandy, yang disebut sebagai pemilik dan pengelola lokasi, justru menghilang tanpa jejak sejak kejadian. Seperti ditelan bumi. Padahal merekalah yang mendirikan, mengelola, dan menjalankan aktivitas penimbunan serta pengoplosan BBM ilegal di bangunan itu. Begitu bencana terjadi, mereka lenyap. Ini bukan kebetulan — ini terkesan pelarian dari tanggung jawab!.
Tiga orang kini berjuang nyawanya di rumah sakit dengan luka bakar serius: Andika Ilham Bin Zakiro (29), Debi Pratama, dan Apriyadi. Ketiganya terluka akibat ledakan mobil tangki berkapasitas 16 KL yang sedang melakukan barter minyak di gudang tanpa izin tersebut. Korban tidak lari — mereka terbaring lemah di rumah sakit. Sementara yang membahayakan nyawa mereka justru bebas menghilang. Di mana keadilan itu?.
Fauzi dan Sandy telah melanggar hukum negara dengan sengaja. Mendirikan gudang BBM tanpa izin resmi di tengah pemukiman warga adalah pelanggaran nyata terhadap undang-undang. Menimbun dan mengoplos minyak ilegal merupakan kejahatan terhadap perekonomian negara. Melakukan transaksi berbahaya di tempat yang tidak layak hingga menimbulkan korban jiwa adalah kelalaian berat yang memakan korban nyawa. Mereka berutang jawab kepada negara karena melanggar hukum, dan berutang ganti rugi kepada ketiga korban karena telah mencederai mereka.
Menghilang tidak berarti bersih. Kabur tidak berarti bebas. Terkait keberadaan Fauzi dan Sandy, Ibu Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H. memberikan tanggapan, “Tentunya hal ini pasti kami tindak lanjuti secara serius dan Satreskrim sudah turun melakukan penyelidikan.”
Kami menghargai langkah yang telah diambil. Namun kata-kata harus dibuktikan dengan hasil. Rakyat menuntut: temukan Fauzi dan Sandy. Hadirkan mereka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Jangan biarkan penyelidikan ini berhenti di tengah jalan. Jangan biarkan korban menunggu terlalu lama. Satreskrim sudah turun — sekarang tunjukkan hasilnya. Temukan Fauzi dan Sandy. Sekarang juga!
Sementara itu Kapolres Ogan Ilir saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya mengatakan”
“KAMI AKAN TERUS MEMANTAU PERKEMBANGAN PENYELIDIKAN INI DAN MENYAMPAIKAN KEPADA PUBLIK SECARA TRANSPARAN. RAKYAT BERHAK MENGETAHUI HASILNYA!”.






