Suka Makmue- Lingkaran Polri. Id” Keberadaan Jembatan Alue Siron kini menjadi perhatian warga setelah kondisi jembatan yang telah dibongkar belum juga dilanjutkan pengerjaannya. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama terhadap keselamatan anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi kawasan tersebut” Seni 19 Oktober 2026
Berdasarkan laporan warga yang diterima pada Sabtu, 17 November 2026, tim Mitra Mabes melakukan investigasi langsung ke lokasi pada pukul 09.30 WIB, sebagaimana disampaikan dalam laporan investigasi. Dari hasil pantauan di lapangan, kondisi jembatan terlihat memprihatinkan karena setelah dibongkar, pengerjaan pembangunan belum terlihat berlanjut. Di lokasi hanya tampak spanduk informasi.
Warga mengaku khawatir dengan keberadaan besi-besi yang terbuka di sekitar area jembatan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah yang melintas setiap hari. Jika tidak segera ditangani, besi-besi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan anak-anak tersandung, terjatuh, atau mengalami luka akibat terkena besi.
Jangan sampai setelah jembatan dibongkar, kemudian dibiarkan begitu saja tanpa kejelasan pengerjaan. Kami khawatir terhadap keselamatan anak-anak sekolah yang setiap hari melewati kawasan ini. Kalau sampai terjatuh dan terkena besi, tentu sangat membahayakan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta pihak terkait sesuai kewenangannya, segera memberikan penjelasan mengenai kelanjutan pembangunan Jembatan Alue Siron.
Warga juga meminta agar area jembatan yang telah dibongkar segera diamankan, terutama dengan memasang pembatas dan rambu peringatan yang memadai, sehingga tidak membahayakan anak-anak sekolah maupun masyarakat umum yang melintas.
Menurut warga, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya dimulai dengan pembongkaran. Pekerjaan tersebut perlu dilanjutkan dengan perencanaan yang jelas, pengawasan, serta langkah pengamanan selama proses pembangunan berlangsung.
Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Jangan sampai jembatan sudah dibongkar, tetapi justru dibiarkan tanpa kepastian kapan akan dikerjakan kembali. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas” tambah warga tersebut.
Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah dan instansi teknis terkait. Jembatan merupakan salah satu sarana penting bagi aktivitas masyarakat, termasuk akses anak-anak menuju sekolah. Karena itu, apabila pembangunan belum dapat dilanjutkan dalam waktu dekat, langkah pengamanan sementara harus segera dilakukan.
Pemerintah juga diharapkan menyampaikan informasi secara terbuka mengenai status pekerjaan, jadwal pelaksanaan, serta kendala yang mungkin menyebabkan pembangunan belum berlanjut. Dengan demikian, masyarakat memperoleh kepastian dan dapat mengambil langkah yang lebih aman saat melintasi kawasan tersebut.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari dinas terkait mengenai penyebab belum berlanjutnya pengerjaan Jembatan Alue Siron. Konfirmasi kepada pihak berwenang diperlukan agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang.
Tim Mitra Mabes berharap agar pemerintah segera memberikan perhatian nyata terhadap kondisi Jembatan Alue Siron, demi menjamin keselamatan masyarakat dan mencegah terjadinya kecelakaan, terutama terhadap anak-anak sekolah.
Editor : Kaperwil NAD Lingkaran Polri ” Ainon
Hak Cipta






