Oleh: Dr. Junari, M.Si.
Lingkaran polri.id
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 bukan sekadar catatan sejarah, melainkan ikrar pembuka jalan bagi lahirnya sebuah bangsa. Para pemuda kala itu menanggalkan ego kedaerahan demi merajut satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia.
Di ibaratkan sehelai kain tenun Nusantara, kekuatan Indonesia terletak pada keragaman benang-benangnya. Perbedaan suku, agama, dan budaya bukanlah alibi untuk berpisah, melainkan corak indah yang disatukan oleh semangat gotong royong dan kebersamaan.
Menghadapi era modern menuju Indonesia Emas 2045, tantangan pemuda telah bergeser dari perjuangan fisik ke medan digital, disrupsi teknologi, dan kompetisi global. Untuk memanfaatkan bonus demografi secara maksimal, pemuda hari ini wajib memegang tiga pilar utama:
Kapasitas & Inovasi: Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi demi daya saing global.
Integritas & Karakter: Menjaga moralitas, kejujuran, dan jiwa solidaritas sosial.
Kolaborasi: Meninggalkan ego sektoral untuk bekerja sama lintas disiplin.
Merajut kain kebersamaan adalah tugas yang tak pernah selesai. Dengan menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas diri, pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga arsitek utama yang mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, dan bermartabat pada tahun 2045.
Mari bersatu, berkarya, dan melangkah bersama menuju Indonesia Emas
Tarmadi Kohtier







