Nganjuk-lingkaranpolri.id
Harapan warga Desa Bagor wetan Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk untuk memiliki jembatan penghubung antar wilayah akhirnya terwujud. Jembatan Gantung Perintis Garuda telah selesai dibangun melintasi Sungai menghubungkan Dusun Ngronggo Desa Bagor wetan dan Dusun Kentingan Desa Puhkerep jelasnya singkat.
Pangdam V Brawijaya MayJen TNI Edy Saladin.M.M, meninjau langsung progres Terbaru pembangunan jembatan hingga selesai seratus persen Hari Kamis 05/03/2026.
Pangdam Menyampaikan bahwa di Jawa Timur Saat ini di bentuk team dan total ada 12 team ,di setiap Korem ditarget dapat membangun sekitar minimal 10 jembatan tiap bulan ujarnya.
Pembangunan ini merupakan bagian dari program bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang berfokus pada penguatan infrastruktur pedesaan guna mendorong pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah
“Pembangunan jembatan ini menjadi langkah Strategis untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah dan memperlancar roda perekonomian masyarakat. Akses ini juga sangat dibutuhkan oleh para pelajar karena dapat memangkas jarak tempuh menuju sekolah,” ujar MayJen TNI Edy Saladin saat peninjauan pada hari ungkapnya
Pangdam juga menjelaskan, bahwa dengan adanya jembatan perintis Garuda ini para petani tidak akan menempuh atau memutar beberapa kilometer lagi dan melewati jalan raya yang berisiko tinggi. Dengan adanya jembatan gantung ini, risiko tersebut dapat diminimalkan.ungkap pangdam
“Anak-anak tidak perlu lagi memutar jauh atau melewati jalan besar yang membahayakan,” tambahnya.
Selain menunjang aktivitas pendidikan, Jembatan Gantung Perintis Garuda juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Infrastruktur ini akan mempermudah mobilitas kendaraan roda dua serta membuka akses warga menuju sektor pertanian dan usaha lainnya.
“Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol kemajuan dan kebersamaan masyarakat Desa Bagor wetan kecamatan Sukomoro kabupaten Nganjuk tegas Pandam
pangdam V Brawijaya MayJen Edy Saladin M.M menjelaskan bahwa jembatan dirancang khusus untuk kendaraan roda dua dengan sistem deadman menggunakan jangkar (anchoring). Jembatan memiliki panjang bentang sekitar 40 meter dan lebar 1,2 meter.
“Jembatan ini dapat dilalui kendaraan roda dua secara bergantian,”jelas Danrem .
Masyarakat Desa Bagor wetan wetan menyampaikan rasa syukur yang terhingga atas selesainya pembangunan jembatan gantung perintis tersebut
“Jembatan ini sangat dinantikan karena akan mempercepat akses ke lahan pertanian serta aktivitas warga antar warga.
“Dengan telah dibangun nya jembatan perintis di desa Bagor wetan kecamatan Sukomoro kabupaten Nganjuk,ini bukti kalau Negara hadir untuk rakyat” tandas Pangdam.pungkasnya





