Jakarta – Lingkaran Polri.Id
Kabupaten Pelalawan kembali mengukuhkan eksistensinya di level nasional. Dalam agenda pelantikan pengurus baru Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) periode 2026-2031, Pelalawan resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum.
Pelantikan berlangsung khidmat pada Senin, 20 April 2026, pukul 10.00 WIB di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Prosesi dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pertanian RI, disaksikan jajaran kepala daerah penghasil sawit, perwakilan kementerian terkait, asosiasi petani, dan pelaku industri hulu-hilir kelapa sawit.
Representasi Komitmen Daerah
Hadir mewakili Kabupaten Pelalawan, Wakil Bupati H. Husni Tamrin, SH. Kehadirannya bukan sekadar simbolis, melainkan penegasan komitmen Pelalawan dalam mendukung program strategis nasional di sektor pertanian dan perkebunan.
“Kita tidak hanya bicara produksi. Pelalawan ingin terlibat langsung merumuskan kebijakan sawit berkelanjutan, hilirisasi, hingga kesejahteraan petani,” ujar Husni Tamrin usai pelantikan.
Momentum Strategis di Tengah Tantangan Iklim
Pelantikan pengurus AKPSI kali ini tidak berdiri sendiri. Kegiatan dirangkaikan dengan rapat koordinasi mitigasi kekeringan lahan pertanian. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut potensi kekeringan ekstrem pada 2026.
Agenda tersebut selaras dengan arahan Menteri Pertanian RI untuk mempercepat langkah menuju swasembada pangan berkelanjutan. Forum membahas skema pompanisasi, optimalisasi embung, tunda tanam di wilayah rawan, hingga percepatan asuransi usaha tani perkebunan.
Sebagai salah satu lumbung sawit terbesar di Riau, Pelalawan dinilai punya pengalaman lapangan yang relevan. Mulai dari tata kelola gambut, sistem drainase perkebunan, hingga kemitraan inti-plasma yang bisa direplikasi daerah lain. Hal itu menjadi alasan kuat mengapa Pelalawan didorong mengisi posisi Wakil Ketua Umum.
Pengakuan atas Peran dan Kontribusi
Penunjukan ini menjadi bukti bahwa Pelalawan dipandang sebagai daerah strategis dalam peta perkebunan nasional. Selama beberapa tahun terakhir, Pelalawan aktif mendorong program peremajaan sawit rakyat (PSR), sertifikasi ISPO bagi koperasi petani, dan hilirisasi melalui pembangunan pabrik turunan CPO di kawasan industri Tenayan.
Ketua Umum AKPSI terpilih menyampaikan bahwa komposisi kepengurusan baru dirancang untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah.
“Pelalawan punya modal sosial dan ekologis yang kuat. Dengan masuk di jajaran pimpinan, kita harap akselerasi program AKPSI lebih membumi,” ujarnya.
Pekerjaan Rumah ke Depan
Dengan amanah baru sebagai Wakil Ketua Umum, ada tiga peran kunci yang akan diemban Pelalawan di tubuh AKPSI:
- Perumus kebijakan: Menjembatani aspirasi kabupaten penghasil sawit ke pemerintah pusat, terutama soal DBH Sawit, infrastruktur jalan produksi, dan kepastian tata ruang.
- Motor kolaborasi: Mendorong pertukaran data dan praktik baik antar anggota, mulai dari mitigasi karhutla, produktivitas kebun, hingga akses pasar ekspor.
- Garda mitigasi iklim: Mengawal program adaptasi kekeringan 2026, termasuk integrasi sawit dengan tanaman sela pangan di sela peremajaan.
Wabup Husni Tamrin menegaskan, kepercayaan ini akan dijawab dengan kerja nyata.
“Kami akan kawal isu petani sawit sampai ke meja kebijakan. Targetnya jelas: sawit yang produktif, legal, dan memberi dampak ekonomi langsung ke masyarakat.”
Mengharumkan Nama Daerah
Capaian ini menambah deret prestasi Pelalawan di kancah nasional. Sebelumnya, kabupaten ini juga mendapat apresiasi atas realisasi PSR dan inovasi pelayanan publik berbasis desa. Kini, lewat AKPSI, Pelalawan tidak hanya berkembang untuk dirinya sendiri, tetapi ikut menentukan arah pembangunan perkebunan Indonesia ke depan.
Dengan posisi strategis di AKPSI, Pelalawan berpeluang memperkuat diplomasi sawit Indonesia di forum global, memastikan industri ini tetap berdaya saing sekaligus menjawab tantangan keberlanjutan dan perubahan iklim.
Editor : Zurwanto











