Aceh Utara – Lingkaran polri.id
Sebanyak lima unit Hunian Sementara (Huntara) di Gampong Pantee Rusep Gedumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, porak-poranda setelah diterjang angin kencang pada Rabu, 3 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi kejadian, kerusakan yang terjadi tergolong parah. Satu deret huntara tampak rata dengan tanah akibat terpaan angin. Rangka baja ringan terlihat melengkung, sementara atap seng dan dinding triplek berserakan hingga menimpa kasur, pakaian, mainan anak-anak, serta meteran listrik milik warga.

Beberapa unit lainnya juga mengalami kerusakan berat. Bangunan terlihat ambruk dan masih berdiri dalam kondisi miring serta berpotensi roboh. Dinding huntara berwarna putih-oranye tampak tertekuk, pintu terlepas dari engselnya, dan bagian bawah bangunan jebol sehingga isi rumah terlihat dari luar.
Salah seorang penghuni huntara yang ditemui di lokasi mengaku peristiwa tersebut terjadi sangat cepat. “Anginnya kencang sekali sekitar jam lima sore. Dalam waktu singkat huntara langsung roboh. Dari lima unit ini ada yang rata dengan tanah dan ada yang miring hampir jatuh,” ujarnya.
Beruntung dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Warga berhasil menyelamatkan diri saat angin mulai bertiup kencang. Meski demikian, para penghuni mengalami trauma dan kerugian material karena kehilangan tempat tinggal serta sejumlah harta benda.
Pasca-kejadian, perangkat Gampong Pantee Rusep Gudumbak bersama pihak terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi. Warga yang terdampak sementara waktu dievakuasi ke meunasah dan rumah sanak keluarga yang berada di sekitar lokasi.
Aparatur gampong setempat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera menyalurkan bantuan darurat kepada para korban.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait. Lima unit huntara mengalami kerusakan parah. Saat ini warga sangat membutuhkan bantuan berupa tenda darurat, terpal, logistik, serta penanganan cepat agar mereka memiliki tempat berlindung yang layak,” ungkap salah seorang aparatur gampong.
Hingga Rabu malam, warga masih berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih dapat digunakan dari puing-puing bangunan yang hancur. Sementara itu, kondisi cuaca yang masih tidak menentu menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kerusakan lebih lanjut terhadap sisa bangunan yang masih berdiri.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat huntara tersebut merupakan tempat tinggal sementara bagi warga yang membutuhkan hunian layak. Masyarakat berharap adanya respons cepat dari pemerintah dan instansi kebencanaan agar kebutuhan dasar para korban dapat segera terpenuhi.
Tgk.leupi







