Loceret,Nganjuk– lingkaran polri.id
Ratusan warga dan calon warga (Cawar) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Loceret Cabang Nganjuk Pusat Madiun dibawah Kepemimpinan Kangmas Muhammad Nahrowi ,SH , sebagai ketua Ranting. Kangmas Drs Gondo Hariyono Sebagai Ketua Cabang Nganjuk, mengikuti kegiatan Tes Jago dengan peserta 375 Calon Warga yang diikuti dari 22 Rayon, dilaksanakan pada Minggu tanggal 14 Juni 2026. Yang bertempat di Padepokan ranting Loceret.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam pembinaan mental, karakter, dan pemahaman nilai-nilai ke-S H-an bagi peserta.
Acara berlangsung dengan tertib dan penuh semangat persaudaraan. Para peserta mengikuti berbagai tahapan pengujian yang bertujuan mengukur kesiapan, kedisiplinan, ketangguhan mental, serta pemahaman terhadap ajaran dan falsafah PSHT. Selain menjadi sarana evaluasi, Tes Jago juga menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antar warga.
Ketua PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun yaitu Kangmas Drs H Gondo Haryono menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ujian kemampuan, melainkan proses pembentukan karakter warga SH Terate agar menjadi pribadi yang berbudi luhur tahu benar dan salah ungkap mas gondo, bertanggung jawab, dan mampu mengamalkan nilai-nilai persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kegiatan tes jago ini Dihadiri 27 warga PSHT tingkat 2 dan seluruh pengurus ranting loceret
melalui Tes Jago diharapkan para peserta dapat memahami makna perjuangan, kedisiplinan, serta pentingnya menjaga nama baik organisasi. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari upaya PSHT dalam mencetak insan yang tangguh secara fisik, mental, dan spiritual.
Dalam sambutannya ketua ranting PSHT loceret kangmas Muhammad Nahrowi SH menyampaikan pesan singkat tapi menyentuh hati, bahwasanya Tes jago dalam SH Terate adalah tahapan awal sebelum pengesahan calon warga. Tes ini berfungsi menguji mental, spiritual, dan fisik siswa, serta menilai kelayakan ayam jantan yang akan dibawa untuk selamatan. Ayam tersebut merupakan lambang keberanian dan keikhlasan seorang pendekar.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari itu ditutup dengan pengarahan dari pengurus cabang serta doa bersama. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat persaudaraan tampak mewarnai seluruh rangkaian acara, mencerminkan tekad bersama untuk menjaga dan mengembangkan ajaran PSHT demi kemajuan organisasi dan kemaslahatan masyarakat.
Dalam tradisi dan simbolisme yang sering digunakan di lingkungan PSHT ( Persaudaraan Setia Hati Terate ), ayam jago kerap dimaknai sebagai lambang sifat-sifat luhur yang perlu dimiliki seorang warga SH Terate. Meskipun bukan simbol resmi organisasi, ayam jago sering digunakan sebagai media pembelajaran filosofi kehidupan.
Beberapa makna yang umum dikaitkan dengan ayam jago antara lain :
Keberanian – Ayam jago dikenal berani menghadapi lawan yang lebih besar sekalipun. Hal ini melambangkan keberanian dalam membela kebenaran dan menghadapi tantangan hidup.
Kewaspadaan – Ayam jago selalu peka terhadap keadaan sekitarnya. Seorang warga PSHT diharapkan memiliki kepekaan, kehati-hatian, dan mampu menjaga diri.
Disiplin dan Tanggung Jawab – Kokok ayam jago yang teratur menjelang fajar menjadi simbol kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban.
Semangat Pantang Menyerah – Ayam jago dikenal gigih dan tidak mudah menyerah. Sikap ini mencerminkan keteguhan hati dalam menempuh perjalanan hidup dan latihan.
Kepemimpinan – Dalam kelompoknya, ayam jago sering berperan sebagai pelindung. Ini menjadi simbol jiwa kepemimpinan yang mengayomi dan bertanggung jawab.
Dalam ajaran PSHT sendiri, nilai yang lebih utama bukanlah simbol hewannya, melainkan bagaimana manusia mampu mengendalikan diri, berbudi luhur, dan menjadi pribadi yang berbudi pekerti luhur, tahu benar dan salah sesuai ajaran yang diwariskan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo.
Karena itu, ayam jago lebih tepat dipahami sebagai sarana perumpamaan untuk menanamkan karakter keberanian, kewaspadaan, dan keteguhan hati di alam kehidupan sehari-hari.
Tarmadi Kohtier







