Loceret Ngepeh, Nganjuk-Lingkaran Polri.id
Ratusan Orang Memadati Makan Mbah Canggah yang Terletak di Desa Ngepeh Kecamatan Loceret kabupaten Nganjuk dalam rangka Nyadran atau Bersih Desa Hari Jumat Tanggal 19/06/2026.
Kegiatan ini dimulai pukul 13:00 wib selesai pukul 15:00 wib ,tampak Hadir kepala desa ngepeh Nanang Cahyono Putro beserta perangkat desa dan juga Tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.
Dalam sambutannya bapak kepala desa ngepeh Nanang Cahyono Putro “memberikan pesan kepada seluruh warga yang hadir untuk selalu nguri nguri budaya serta selalu menjaga kelestarian alam yang ada di desa ngepeh juga selalu untuk menjaga kearifan lokal”ungkap nya
Dalam sambutannya terpisah Muhammad Nahrowi SH selaku kepala dusun (Kadus) dusun Ngepeh dan Dusun Sono beliau selalu berharap kepada seluruh masyarakat Ngepeh “utamanya Nyadran di makam leluhur (Mbah Canggah) adalah untuk mendoakan arwah mereka, memohon ampunan, serta mengingatkan diri kita sendiri akan kematian. Tradisi ini juga merupakan wujud rasa syukur dan menjaga kerukunan antarwarga” ungkap Muhammad Nahrowi SH.
Ziarah kubur menjadi pengingat bahwa semua manusia pada akhirnya akan meninggal dunia, sehingga memotivasi kita untuk terus berbuat baik.Menghormati Orang Tua: Menjadi wujud nyata bakti seorang anak atau keturunan kepada orang tua dan leluhur.Bersyukur: Sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan atas berkah.
Namun demikian keselamatan juga sangat penting, dan rezeki yang diberikan juga kita harus selalu mensyukuri.Menjaga Kebersamaan: Menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat persaudaraan antar keluarga dan tetangga melalui gotong royong.Biasanya tradisi ini dilakukan ada Rangkaian acara yang meliputi (kerja bakti membersihkan makam), tabur bunga, membaca doa bersama, dan kenduri atau makan bersama. semua yang hadir sangat antusias namun juga sakral untuk mengikuti giat ini.
acara nyadran hari ini ,adalah untuk Mengenalkan Tradisi Nyadran, Warisan Budaya Masyarakat Jawa ,Tradisi ini menjadi sarana menjaga keharmonisan antar warga serta mempererat tali persaudaraan.
Peziarah berkumpul untuk membacakan Surat Yasin, tahlil, dan doa bersama, Warga membawa tumpeng (seperti ayam ingkung dan jajanan pasar) untuk dimakan bersama-sama.Tradisi ini biasanya diadakan bulan Muharram atau yang biasa disebut bulan suro atau pada bulan-bulan tertentu sesuai kesepakatan sesepuh dan warga desa.
Mengingat acara adat ini seringkali memiliki jadwal khusus dan persiapan yang melibatkan tokoh sesepuh desa.dan seluruh warga ngepeh .
Warga desa ngepeh berharap kedepannya kegiatan nyadran atau bersih desa ini bisa menjadi salah satu tolak ukur atas guyub rukun desa ,sehingga menjadi barometer desa lain pungkasnya.
Tarmadi Kohtier







