Pelalawan – Lingkaran Polri.Id
Suasana literasi “Sabtu Ceria Bersama Buku” di Rumah Baca Datuk Sati Diraja, Desa Rantau Baru, Sabtu (19/9/2026), terasa istimewa. Agenda rutin itu dihadiri sastrawan kawakan asal Singapura, Rohani Din, yang akrab disapa Bunda Anie Din.
Penulis novel Perempuan yang Dipapah Takdir tersebut tak sekadar berkunjung. Ia memberikan bimbingan langsung tentang proses kreatif penulisan, teknik melahirkan karya sastra, hingga seni membaca puisi bagi anak-anak dan relawan.
Sastrawan yang pernah diundang di ajang sastra internasional di Cina itu membagikan rahasia produktivitasnya.
“Saya membaca delapan buah novel dalam sepekan,” tutur Bunda Anie Din yang langsung menyulut semangat peserta.
Ia menegaskan literasi adalah jembatan menjelajahi dunia.
“Saya berkeliling negara karena buku. Maka jika kalian ingin berkeliling dunia, bacalah buku dan menulislah. Tulislah, jangan tak tulis,” pesannya.
Kegiatan turut dihadiri sastrawan Riau Mosthamir Thalib, Pusvi Defi bersama anak didik Sanggar Pujangga Pelalawan, serta Forum TBM Pelalawan. Semarak acara bertambah dengan penampilan musisi muda Desa Rantau Baru Hairi Mars, dan pembacaan puisi oleh Pusvi Defi, Bintang Yusman (SDN 010 Pangkalan Kerinci), dan Naufal (Kelas XI SMAN Bernas Binsus).
Pengurus Rumah Baca, Hasan Basri, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para sastrawan dan tamu undangan.
Dukungan juga disampaikan Kepala Desa Rantau Baru, Nurzikri Anton. Ia berkomitmen terus mendukung gerakan literasi desa, termasuk memperjuangkan pembangunan Rumah Adat Pebatinan Sibokol-Bokol yang akan difungsikan sebagian sebagai Rumah Baca.
“Kami pemerintahan desa memohon maaf karena belum berhasil merealisasikan Rumah Adat tersebut saat ini. Namun, pada Musrenbangdes mendatang akan kembali kita usulkan,” ujar Anton.
Pembina Rumah Baca Datuk Sati Diraja, Griven H Putera, menegaskan tujuan utama agenda ini adalah membangun generasi cerdas dan berbudaya melalui literasi.
Apresiasi senada datang dari tokoh muda Desa Rantau Baru, Alimin Naksyabandi, yang berharap gerakan ini menular ke daerah lain.
Acara yang diikuti siswa SDN 001 Rantau Baru, SDN 010 Pangkalan Kerinci, SMAN Bernas Binsus, serta relawan Muhammad Fadzli, Dedes Handayani, dan Leni Mardiati ini ditutup dengan ramah tamah dan kunjungan wisata budaya ke Danau Sepunjung, danau adat di seberang Desa Rantau Baru.
Editor : Zurwanto







