Setahun Melayani, GKKD Jemaat Zaitun Kualu Perkuat Doa, Firman dan Kerinduan kepada Tuhan

Rabu, 7 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampar – Riau | Lingkaranpolri.id
Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) Jemaat Zaitun Kualu, Jalan Kavlingan Hj. Sovian, Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, menggelar ibadah syukuran dalam rangka memperingati satu tahun perjalanan pelayanan jemaat, terhitung sejak 5 Oktober 2025 hingga 5 Oktober 2026.

Perayaan HUT ke-1 tersebut menjadi momentum bagi seluruh jemaat untuk menaikkan ucapan syukur atas penyertaan dan pertolongan Tuhan selama satu tahun perjalanan pelayanan. Selain menjadi ungkapan syukur, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempererat persekutuan, memperkuat iman, serta meneguhkan komitmen jemaat dalam menjalankan panggilan pelayanan.

Ibadah syukuran berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan. Jemaat hadir dengan kerinduan untuk bersekutu, mendengarkan firman Tuhan, menyampaikan kesaksian, serta kembali merefleksikan perjalanan pelayanan yang telah dilalui bersama.

Renungan Firman: “Sampai di Sini Tuhan Menolong Kita”

Renungan firman Tuhan dalam ibadah syukuran tersebut disampaikan oleh Ps. Betel Harefa, S.Th., dengan mengangkat firman dari 1 Samuel 7:12 dan 2 Petrus 3:9-10.

Dalam 1 Samuel 7:12, Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya sebagai tanda peringatan atas pertolongan Tuhan. Batu tersebut dinamai Eben-Haezer, sebagai pengakuan iman bahwa sampai pada titik tersebut Tuhan telah menolong umat-Nya.

“Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: ‘Sampai di sini TUHAN menolong kita.”(1 Samuel 7:12, TB)

Pesan Eben-Haezer tersebut menjadi sangat relevan bagi perjalanan satu tahun GKKD Jemaat Zaitun Kualu. Perjalanan pelayanan tidak hanya dilihat dari apa yang telah dicapai, tetapi terutama dari bagaimana tangan Tuhan menyertai, memelihara, dan memberikan kekuatan kepada jemaat dalam melewati setiap proses.

Momentum HUT ke-1 menjadi kesempatan bagi jemaat untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui dengan hati penuh syukur. Setiap tantangan, pergumulan, pelayanan, dan pertumbuhan iman menjadi bagian dari kesaksian bahwa pertolongan Tuhan tetap nyata.

Tetap Teguh dan Setia dalam Pelayanan

Dalam perjalanan pelayanan gereja, keteguhan hati menjadi bagian penting yang harus terus dipelihara. Hamba Tuhan dan seluruh jemaat dipanggil untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan, melainkan tetap berpegang kepada firman Tuhan dan terus menjalankan pelayanan dengan kesetiaan.

Pelayanan bukan semata-mata aktivitas gerejawi, tetapi merupakan panggilan iman untuk melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama. Karena itu, setiap jemaat diharapkan terus bertumbuh dalam doa, firman, persekutuan, dan kasih.

“Kiranya perjalanan satu tahun ini menjadi Eben-Haezer bagi GKKD Jemaat Zaitun Kualu. Sampai di sini Tuhan telah menolong kita, dan pertolongan Tuhan yang sama kiranya terus menyertai setiap langkah pelayanan ke depan.”

Kesaksian Koordinator: Bersyukur atas Penyertaan Tuhan

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator GKKD Jemaat Zaitun Kualu, Harlis Zai, turut menyampaikan kesaksian mengenai perjalanan pelayanan jemaat selama satu tahun.

Kesaksian tersebut menjadi bagian penting dalam momentum syukuran, karena perjalanan pelayanan yang telah dilalui menjadi pengingat bahwa pertumbuhan jemaat membutuhkan kebersamaan, kesetiaan, doa, serta keteguhan untuk terus melayani Tuhan.

Harlis Zai bersama seluruh jemaat menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan yang telah membawa GKKD Jemaat Zaitun Kualu melewati satu tahun perjalanan pelayanan.

Semangat tersebut diharapkan terus menjadi kekuatan bagi jemaat untuk memasuki tahun pelayanan berikutnya dengan iman yang semakin kokoh dan hati yang semakin rindu melayani Tuhan.

Tuhan Tidak Lalai Menepati Janji-Nya

Selain 1 Samuel 7:12, Ps. Betel Harefa juga menyampaikan firman dari 2 Petrus 3:9-10 yang mengingatkan jemaat mengenai kesabaran Tuhan dan pentingnya kehidupan yang berbalik kepada-Nya.

“Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”
(2 Petrus 3:9, TB)

Firman tersebut mengingatkan bahwa kesabaran Tuhan merupakan kesempatan bagi manusia untuk semakin mendekat kepada-Nya, memperbaiki kehidupan, serta hidup dalam pertobatan.

Jemaat juga diingatkan bahwa kehidupan orang percaya harus senantiasa dipersiapkan dalam menantikan kedatangan Tuhan. Karena itu, pelayanan tidak boleh dijalankan hanya sebagai rutinitas, tetapi harus lahir dari kehidupan yang sungguh-sungguh memiliki kerinduan kepada Tuhan.

Jemaat yang Merindukan Tuhan

Kerinduan kepada Tuhan menjadi salah satu dasar penting dalam kehidupan jemaat. Kerinduan tersebut dapat diwujudkan melalui kesetiaan dalam beribadah, ketekunan dalam doa, kecintaan terhadap firman Tuhan, kesediaan melayani, serta kepedulian kepada sesama.

HUT ke-1 GKKD Jemaat Zaitun Kualu diharapkan bukan hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi menjadi titik untuk semakin memperkuat kehidupan rohani seluruh jemaat.

“Jangan sampai perjalanan pelayanan membuat kita hanya sibuk dengan kegiatan, tetapi kehilangan kerinduan kepada Tuhan. Gereja harus terus menjadi tempat di mana jemaat mencari Tuhan, bertumbuh dalam firman, hidup dalam doa, dan mempersiapkan diri untuk melakukan kehendak-Nya.”

Pelayanan Jemaat Digerakkan Bersama

Dalam pelaksanaan ibadah syukuran tersebut, pelayanan dilakukan secara bersama-sama oleh para pelayan GKKD Jemaat Zaitun Kualu.

Harlis Zai bertugas sebagai Koordinator. Sementara itu, pelayanan musik dan pujian melibatkan Junisia Waruwu sebagai Worship Leader (WL), Afril Zai melayani keyboard, Dedi Zebua memainkan bass, serta Zoel Waruwu melayani drum.

Kebersamaan para pelayan tersebut menjadi bagian dari pelayanan jemaat dalam membangun suasana ibadah yang penuh sukacita dan membawa jemaat semakin dekat kepada Tuhan.

Selain pelayanan ibadah ada juga persekutuan keluarga anak-anak Tuhan ( PUKAT) yang menjadi bagian penting dalam kehidupan jemaat.

Adapun para pemimpin PUKAT di masing-masing wilayah yakni Agusman Zandroto sebagai pemimpin PUKAT Insani, Asafati Waruwu sebagai pemimpin PUKAT Kubang Raya, serta Moral Disman Zai sebagai pemimpin PUKAT Payung Sekaki.

Keberadaan PUKAT tersebut menjadi wadah bagi jemaat untuk membangun persekutuan, saling menguatkan, berdoa bersama, serta menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Bersyukur untuk Masa Lalu, Melangkah dengan Iman

Perjalanan satu tahun pelayanan menjadi kesaksian bahwa setiap proses membutuhkan iman, kesetiaan, kebersamaan, dan ketekunan. Apa yang telah dilalui menjadi alasan untuk bersyukur, sementara berbagai kekurangan menjadi bahan evaluasi untuk terus melakukan pembenahan.

Semangat Eben-Haezer mengajarkan jemaat untuk tidak melupakan pertolongan Tuhan di masa lalu. Namun, rasa syukur tersebut juga harus menjadi kekuatan untuk terus melangkah menghadapi masa depan.

GKKD Jemaat Zaitun Kualu diharapkan terus bertumbuh sebagai jemaat yang memiliki keteguhan iman, setia dalam pelayanan, kuat dalam doa, berakar dalam firman Tuhan, serta memiliki kerinduan yang semakin dalam terhadap hadirat Tuhan.

Perayaan HUT ke-1 ini menjadi momentum untuk bersama-sama mengatakan bahwa perjalanan pelayanan yang telah dilalui bukan semata-mata karena kekuatan manusia, melainkan karena penyertaan Tuhan.

“Sampai di sini TUHAN menolong kita.”
Kalimat Eben-Haezer tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus pengakuan iman GKKD Jemaat Zaitun Kualu dalam memasuki perjalanan pelayanan berikutnya.

Jurnalis : Junius Zalukhu LP

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kapolres Nganjuk Tanamkan Disiplin dan Semangat Belajar kepada Siswa SDN Kedondong
Green Policing, Kapolres Nganjuk Bersama Masyarakat Tanam Pohon di Taman Pandan Wilis
Satresnarkoba Nganjuk Bongkar Dua Kasus Sabu, Barang Bukti 6,56 Gram Disita
Kisah Sih Yuliawati, Guru dan Penulis yang Konsisten Menggerakkan Literasi
IWAPI dan GOW Nganjuk Dolan Bareng ke Blitar, Perkuat Silaturahmi dan UMKM Perempuan
SMSI Tebo Kecam Keamanan Proyek SDN 218/VIII Cermin Alam Usir Wartawan Saat Bertugas

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Kapolres Nganjuk Tanamkan Disiplin dan Semangat Belajar kepada Siswa SDN Kedondong

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Green Policing, Kapolres Nganjuk Bersama Masyarakat Tanam Pohon di Taman Pandan Wilis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Kisah Sih Yuliawati, Guru dan Penulis yang Konsisten Menggerakkan Literasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:12 WIB