LINGKARAN POLRI. id/Simalungun Keadaan jalan provinsi yang menghubungkan kabupaten Simalungun dan Asahan sungguh sangat memprihatinkan dan mencekam bagi semua masyarakat yang melintas di jalur alternatif tersebut menuju kisaran. Sangat disayangkan belum adanya langkah sigap dari pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas Pekerjaan umum(PU) untuk yamemperbaiki jalan yang hampir putus tersebut akibat bahu jalan mengalami longsor parah. dari keterangan yang di himpun awak Media Lingkaran Polri pada jumat tanggal 10 april 2026,pukul 02: 00 WIB siang saat melintas dari arah pematang siantar menuju desa huta padang. betapa mengerikan keadaan jalan yang longsor tersebut, jika kejadian ini di biarkan berlarut larut hingga bertahun maka tidak menutup kemungkinan akan memakan korban jiwa bagi para pengendara kendaraan bermotor yang melintas. Padahal menurut keterangan salah satu warga sekitar yang berdomisili di simpang SLABAT desa huta padang yang namanya enggan di sebutkan. membeberkan beberapa cerita kepada awak media ini bahwasannya sudah sering pihak pemkab Asahan turun ke Lokasi titik rawan tersebut untuk mengecek kondisi jalan, namun sudah hampir 2 tahun lamanya kegiatan pengecekan lokasi titik rawan tersebut di nilai hanya sebatas seremonial saja dari pemerintah nyatanya warga desa huta padang dan desa tetangga yang berbatasan langsung dengan Simalungun selalu di bayang bayangi rasa takut yang mendalam jika melintasi jalan longsor tersebut.

Seharusnya pemerintah provinsi sudah harus bertindak gerak cepat untuk mengantisipasi kejadian ini,karena jalan ini adalah merupakan jalan alternatif yang sangat penting bagi mendukung peningkatan perekonomian kedua kabupaten tersebut, mengingat masyarakat Simalungun dan Asahan merupakan satu ikatan yang tidak bisa terpisahkan secara sosial, adat- budaya,hasil bumi yang saling simbiosis mutualisme. dan jalur alternatif tersebut tidak bisa di pungkiri membawa dampak yang begitu baik dan lebih ekonomis dalam menempuh perjalanan menuju daerah lain seperti rantau parapat, kota pinang, aek Kanopan dan bahkan jika kita berpergian ke provonsi riau. Awak media ini sangat mengapresiasi kepedulian warga sekitar yang selalu siaga 24 jam untuk memberi arahan bagi pengendara saat melewati titik yang rawan tersebut agar tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan.harapan masyarakat kedepan mohon kepada pemerintah provinsi cepat ambil tindakan langkah konkrit jangan hanya berpangku tangan di singgasana menjadi penonton yang baik. Apakah provinsi Sumatera utara ini sudah miskin? dan tidak punya modal anggaran untuk dana perbaikan dan perawatan jalan jalan provinsi? sedih sungguh memilukan. smlgn LP












