Kangmas Brigjen TNI (Purn) Widjang Pranjoto Ketua II Bidang Teknik Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate menyampaikan apresiasi kepada para atlet berprestasi, khususnya dari PSHT Cabang Balikpapan dibawah kepemimpinan kangmas Haji Issoebiantoro SH sebagai Ketua dewan pusat Persaudaraan Setia Hati Terate ( PSHT ) dan kangmas Drs. Haji R Murjoko HW sebagai Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate ( PSHT) Pusat , yang berhasil meraih Juara Umum I di tingkat nasional.
Capaian ini menjadi bukti nyata kualitas pembinaan serta kekuatan mental bertanding para atlet. Dalam ajang Balikpapan Open Championship 2, PSHT Cabang Balikpapan tampil dominan di tengah persaingan sekitar kurang lebih 99 kontingen dari berbagai daerah. Keberhasilan meraih posisi tertinggi menegaskan perguruan pencak silat terbaik di Indonesia.
Dominasi tersebut tercermin dari perolehan medali yang sangat signifikan, yakni 80 emas, 23 perak, dan 16 perunggu. Hasil ini menunjukkan keunggulan teknik, strategi, serta konsistensi performa para atlet di berbagai kategori pertandingan.
Meski sempat mendapat sorotan dari pihak rival, Persaudaraan Setia Hati Terate ( PSHT ) tetap konsisten berpegang pada nilai-nilai organisasi. Keberhasilan ini sekaligus menjadi jawaban atas keraguan yang muncul, dengan membuktikan kualitas atlet yang mampu bersaing di level nasional.
Tidak hanya Juara Umum 1, PSHT Cabang Balikpapan juga unggul di berbagai kategori usia. Beberapa di antaranya meraih Juara Umum I pada Usia Dini 2, Remaja, dan Dewasa, yang semakin memperkuat dominasi mereka dalam kejuaraan ini.
Kejuaraan yang digelar pada 24–26 April 2026 di BSCC Dome Balikpapan ini diikuti oleh sekitar kurang lebih 99 kontingen dengan total 1.306 peserta. Ketua panitia, Kurnia Effendi, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi mencerminkan antusiasme besar terhadap pencak silat.
Pemerintah Kota Balikpapan melalui bapak Zulkifli menegaskan bahwa pencak silat tidak hanya soal prestasi, tetapi juga pembentukan karakter. Kejuaraan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan atlet sekaligus melestarikan budaya bangsa.
Tarmadi kohtier







