LINGKARANPOLRI.ID//PALEMBANG — Aksi penipuan dengan modus mencatut nama orang lain kembali meresahkan warga. Kali ini, nama Heryadi diduga dipakai oleh pemilik nomor WhatsApp tak dikenal +62812-6666-8869 untuk mendekati seorang warga bernama Sarnubi. Beruntung, upaya yang diduga hendak mengarah pada penipuan itu cepat disadari sehingga pelaku gagal melancarkan aksinya.
Peristiwa ini bermula ketika Sarnubi menerima pesan WhatsApp dari nomor asing yang tiba-tiba menyapanya secara akrab. Dalam pesan tersebut, pengirim menulis, “Pak nubis, gimana kabar mu.” Karena mengira orang yang menghubungi adalah kenalan lama, Sarnubi pun membalas singkat, “Baik.”
Namun, percakapan mulai terasa janggal ketika nomor tersebut kembali mengirim pesan bernada basa-basi, “Lagi apa pak, sibuk GK.” Merasa ada yang aneh, Sarnubi kemudian mencoba memastikan identitas pengirim dengan bertanya langsung, “Ini siapa?”Jum’at(15/5/2026).
Jawaban yang diterima justru membuat kecurigaan Sarnubi semakin kuat. Pengirim mengaku bernama Mahdeni dan menyebut dirinya sebagai keponakan Heryadi. Mendengar nama Heryadi dicatut, Sarnubi langsung merasa ada yang tidak beres dan menduga kuat itu hanyalah modus untuk membangun kepercayaan sebelum melancarkan aksi penipuan.
Tak ingin terjebak lebih jauh, Sarnubi dengan tegas langsung memberi peringatan kepada pengirim pesan tersebut. Dengan logat khas Palembang yang spontan dan penuh emosi, ia membalas, “Nak nipu kawan langsung ku blokir, budak kito inilah tau namo kau.”
Menurut Sarnubi, dirinya sudah sangat sering mendengar berbagai modus penipuan serupa yang memanfaatkan nama keluarga, teman, atau tokoh yang dikenal korban. Biasanya, pelaku memulai percakapan dengan sapaan santai agar korban merasa akrab, lalu perlahan meminta bantuan, transfer uang, hingga berbagai alasan darurat lainnya.
“Terakhir chat biasanya langsung nak minta tolong atau minjam duit. Jadi sebelum kejadian, langsung ku blokir bae,” ungkap Sarnubi saat menceritakan kejadian tersebut.
Fenomena pencatutan nama orang lain memang belakangan semakin marak terjadi. Pelaku memanfaatkan hubungan emosional dan rasa percaya korban agar tidak curiga. Bahkan, tak sedikit warga yang akhirnya mengalami kerugian jutaan rupiah setelah percaya dengan identitas palsu yang digunakan pelaku.
Beruntung dalam kasus ini, Sarnubi cukup sigap membaca gelagat mencurigakan dari awal percakapan. Ia pun langsung memblokir nomor tersebut dan mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menerima pesan dari nomor asing, terutama jika tiba-tiba membawa nama orang yang dikenal.
“Jangan gampang percaya. Kalau ado nomor baru ngaku keluarga atau kenalan, cek dulu kebenarannya. Jangan sampai jadi korban,” tegasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital yang kini semakin licik dan sulit ditebak. Jangan mudah terpancing rasa panik, iba, ataupun percaya begitu saja pada pesan dari nomor tidak dikenal.
Hingga berita ini diturunkan, nomor WhatsApp +62812-6666-8869 telah diblokir oleh Sarnubi dan disebut berpotensi digunakan untuk aksi penipuan dengan modus mencatut nama orang lain.
(Jhony)





