Suka Makmue-Lingkaran Polri. Id” Ratusan warga Beutong menggelar aksi unjuk rasa menolak aktivitas pertambangan ilegal karena dinilai memicu kerusakan lingkungan, Pencemaran Air bersih. Dan mengancam ruang hidup di wilayah Beutong kecamatan Beutong kabupaten Nagan Raya – Aceh” Senin 22 Juni 2026
Demontrasi mendatangi Kantor Bupati Suka Makmue. Mereka menggelar aksi damai menolak rencana aktivitas tambang yang dinilai merusak lingkungan dan merugikan petani di wilayah Beutong Tersebut”

Massa membawa spanduk bertuliskan “Beutong selamatkan hutan hijau Beutong Ateuh, Bupati Jang tuli, Selamatkan tanah syuhada, hutan adat yang kami minta, tapi betong Ateuh kau jual, maka dari itu warga beutong Ateuh Banggalang Menolak tanah mereka dan hutan sekitar untuk di gali Tambang Ilegal. Selamatkan Sawah Kami. Bupati tolong Dengarkan suara Rakyat, kami hadir untuk menolak aktivitas tambang Ilegal tersebut”
Dalam aksi ketua Perempuan Beutong Bersatu ( PBB) ( Srikandi) beutong Saudah menyebutkan Jika aktivitas tambang terus berlanjut, maka desa kami hanya tinggal nama, desa kami yang terbentuk melengkung seperti perahu, yang di kelilingi gunung dan di bawah sungai, bila terus digali akan terjadi longsor dan banjir bandang lebih parah lagi dari pasca banjir 26 November 2025 yang lalu” Ujarnya
Kami menolak aktivitas tambang karena kami merasa khawatir akan terjadi bencana yang mengakibatkan akan menenggelamkan dan akan melenyapkan kemukiman kami, karena wilayah beutong Ateuh sangat rawan akan bencana longsor. Jika aktivitas tambang terus dilakukan maka kemukiman warga bisa mengalami hancur total.
Masyarakat beutong menypsikan kekecewaannya terhadap pemerintah daerah. Mereka menilai komitmen pemerintah daerah saat pilkada yang menjanjikan akan mensejahterakan ekonomi masyarakat beutong melalui sektor pertambangan hanya sebagai janji manis belaka guna untuk memenangkan dirinya sebagai bupati, kami merasa bahwa beutong dijual oleh penguasa di negeri ini”
Warga juga menyebutkan kehadiran pengusaha tambang di masa lalu juga tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan justru merugikan para pekerja lokal, kepastian upah yang tidak sesuai, kami.tegaskan bahwa masyarakat beutong Ateuh Banggalang kabupaten Nagan Raya, tidak anti terhadap investasi atau program pembangunan pemerintah, asalkan tidak merusak lingkungan”
Kami memintak jangang ganggu tanah kami dan jangan ambil.hasil kekayaan alam.ysng terkandung di dalam bumi Beutong yang sudah pada hancur, silahkan bupati membangun tapi jangan rusak hutan sekitar kemukiman penduduk kami” Tegasnya
Pada kesempatan itu, Pelaksana Tugas ( Plt) sekretaris daerah pemkab Nagan Raya Hixbulwatan yangbdi dampingi oleh Asisten I pemerintahan Zulfikar mengatakan bahwa pihaknya tetap menampung aspirasi yang di sampaikan kepada kami, dan hal ini akan kami sampaikan kepada pemerintah provinsi Aceh. Aksi sempat memanas, berakhir saat kumandang adzan magrib”
Editor ” Ainon/ Aspi







