Proyek Drainase 380 Meter di Desa Sukabumi Lahat Disoal: Diduga Pakai Material Asal-asalan dan ‘Siluman’ Tanpa Papan Nama

Rabu, 29 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lingkaranpolri.id
LAHAT, SUMATRA SELATAN — Proyek pembangunan saluran air (drainase) sepanjang kurang lebih 380 meter di Desa Sukabumi, Kecamatan Fajar Bulan, Kabupaten Lahat, menuai kritik tajam dari warga dan pengawas sosial. Pengerjaan fisik proyek ini disinyalir mengabaikan standar teknis serta menabrak prinsip transparansi publik.
​Berdasarkan hasil pantauan langsung tim media di lokasi, kualitas material bangunan yang ditumpuk di area pengerjaan sangat meragukan. Tumpukan pasir dan batu yang disiapkan diduga kuat tidak memenuhi spesifikasi standar Dinas Pekerjaan Umum (PU). Material coran didominasi kerikil sungai yang bercampur tanah galian serta memiliki kadar lumpur tinggi, yang berpotensi menurunkan daya tahan struktur bangunan secara drastis.
​Indikasi pengerjaan asal-asalan ini turut dikuatkan oleh kesaksian warga setempat. Selain menyoroti asal material yang diduga diambil secara lokal dari Desa Sekendal, warga mengecam keras ketiadaan papan informasi proyek sejak hari pertama pengerjaan.
​“Dari awal pengerjaan proyek ini memang tidak pernah dipasang papan merek. Material batu dan pasirnya juga sepertinya diambil dari Desa Sekendal. Kalau dilihat dari fisiknya, kualitasnya sangat diragukan dan dikhawatirkan tidak tahan lama,” tegas seorang warga di lokasi kepada awak media.
​Ketiadaan papan nama proyek sejak awal kegiatan memperkuat tuduhan publik bahwa proyek ini dikerjakan secara tertutup atau kerap diistilahkan sebagai ‘proyek siluman’. Praktik semacam ini dinilai menabrak kewajiban Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sebagaimana diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2008.
​Kritik senada disampaikan oleh tim pengawas sosial saat memantau pengerjaan di lapangan. Pengawasan masyarakat menjadi tertutup akibat minimnya detail informasi pengerjaan.
​“Kami tidak tahu ini proyek dari mana, apakah dari dinas terkait atau bersumber dari Dana Desa, karena papan mereknya sama sekali tidak ada,” ujar perwakilan tim pengawas sosial.
​Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai asal-usul anggaran serta substansi teknis pengerjaan drainase tersebut. Tim media masih terus berusaha menghimpun konfirmasi dari pihak-pihak bertanggung jawab.

Tim-rian

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polda Riau Luncurkan “Riau Cerah Presisi” Strategi Baru Penanganan Karhutla Berbasis Data, Kolaborasi, dan Aksi Nyata.
Polres Bengkalis Tetapkan Tersangka Kasus Karhutla di Pangkalan Libut, Diduga Kelola Sawit Ilegal di Kawasan Hutan Produksi.
MBG Lebih Tepat Dikelola SPPG, Bukan Kantin Sekolah
Program Makan Bergizi Gratis Bukan Pengganti Kantin Sekolah Perlu Pengelolaan Khusus  
BERJIBAKU 5 JAM, TIM GABUNGAN PADAMKAN API DI LAHAN GAMBUT TALANG MUANDU
Percepat Penanganan, Reskrim Polres Selayar Gelar Perkara 9 Kasus Sekaligus, 8 Lanjut Sidik
Personel Polsek Bontosikuyu dan Pemadam Berhasil Cegah Kebakaran Lapangan Sepak Bola di Laiyolo
Kondisi Kator Kepsek, Ruang Guru Dan Ruang TU SMP Negeri 4 Darul Makmur Memprihatinkan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:01 WIB

Polda Riau Luncurkan “Riau Cerah Presisi” Strategi Baru Penanganan Karhutla Berbasis Data, Kolaborasi, dan Aksi Nyata.

Jumat, 11 September 2026 - 11:17 WIB

Polres Bengkalis Tetapkan Tersangka Kasus Karhutla di Pangkalan Libut, Diduga Kelola Sawit Ilegal di Kawasan Hutan Produksi.

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

MBG Lebih Tepat Dikelola SPPG, Bukan Kantin Sekolah

Kamis, 10 September 2026 - 23:04 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Bukan Pengganti Kantin Sekolah Perlu Pengelolaan Khusus  

Kamis, 10 September 2026 - 22:16 WIB

Percepat Penanganan, Reskrim Polres Selayar Gelar Perkara 9 Kasus Sekaligus, 8 Lanjut Sidik

Berita Terbaru

NASIONAL

MBG Lebih Tepat Dikelola SPPG, Bukan Kantin Sekolah

Kamis, 10 Sep 2026 - 23:48 WIB