LANGKAHAN — Lingkaran polri.id
Kemeriahan dan kehangatan yang tak terlukiskan menyelimuti Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, saat seluruh elemen masyarakat bersatu padu merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Yang paling menonjol dan menyentuh hati sejak awal hingga akhir adalah semangat kerja sama yang luar biasa dimulai dari Geuchik Mahmuddin beserta seluruh perangkat desa yang turun langsung ke lapangan, hingga setiap warga yang bergerak serempak tanpa diminta, seolah satu jiwa yang menempati ribuan raga. Kemeriahan ini kian sempurna dengan hadirnya penampilan istimewa dari Grup Zikir BAITUSSABRI yang membawakan shalawat merdu, serta kepedulian Geuchik yang secara khusus menyiapkan perlengkapan bagi para anggota grup zikir.

Sejak fajar menyingsing, sebelum matahari menyapa bumi, Geuchik Mahmuddin beserta seluruh perangkat Desa Simpang Tiga sudah berdiri di lokasi acara. Tidak ada yang berdiri diam memberi perintah saja — Geuchik sendiri ikut mengangkat tiang penyangga panggung, perangkat desa sibuk membagi tugas, merapikan tempat duduk, memasang hiasan, dan mengatur segala kebutuhan dengan tangan sendiri. Tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyat, semua berbaur menjadi satu. Di bawah arahan dan contoh nyata dari Geuchik Mahmuddin beserta perangkatnya, semangat warga pun membara tak tertahankan.
Melihat pemimpinnya bekerja sekuat tenaga, masyarakat Simpang Tiga pun tak mau kalah. Ketua Panitia M. Nur bergerak lincah mengkoordinasikan para pemuda yang bahu-membahu menyusun perlengkapan, sementara ibu-ibu berbondong-bondong menuju dapur umum membawa bahan makanan dari rumah masing-masing, menyiapkan hidangan istimewa dengan penuh kasih sayang. Bapak-bapak membantu di sana-sini, anak-anak pun ikut membantu tugas kecil yang bisa mereka lakukan. Tak lama kemudian, Grup Zikir BAITUSSABRI pun tiba di lokasi dengan penuh semangat, siap menghiasi acara dengan lantunan shalawat yang menyentuh hati.
Satu hal yang membuat perayaan ini terasa begitu istimewa dan penuh perhatian adalah kepedulian Geuchik Mahmuddin. Beliau secara khusus menyediakan baju, peci, dan kain sarung untuk digunakan seluruh anggota Grup Zikir BAITUSSABRI saat tampil. “Agar para penghibur shalawat kita tampil rapi, serasi, dan terhormat saat memuji Rasulullah SAW di hadapan kita semua. Semoga kesiapan ini menjadi bentuk penghormatan kita kepada shalawat Nabi,” ujar Geuchik Mahmuddin saat menyerahkan perlengkapan tersebut kepada Waled Khalidi dan Ummi Safrina, wajah setiap anggota grup zikir tampak bersinar bangga dan bahagia menerima perhatian yang tulus dari pemimpin desa.
Puncak kemeriahan acara tiba saat Grup Zikir BAITUSSABRI di bawah kepemimpinan Waled Khalidi dan Ummi Safrina naik ke panggung dengan penampilan yang serasi dan anggun. Suara merdu para anggota grup zikir berpadu harmonis, melantunkan shalawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Lantunan itu begitu menyentuh sanubari, membuat suasana seketika menjadi khidmat dan haru, banyak hadirin yang meneteskan air mata karena tergetar mendengar keindahan syair cinta kepada Rasulullah. Waled Khalidi dan Ummi Safrina memimpin dengan penuh kelembutan dan ketegasan, mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk ikut melantunkan shalawat bersama-sama. Perlahan satu suara bergema dari ribuan dada, menyatu dengan irama zikir, seolah langit dan bumi ikut bergembira menyambut kelahiran Sang Nabi Agung.
Geuchik Mahmuddin dalam sambutannya tampak terharu melihat pemandangan yang begitu indah. “Saya tidak pernah merasa bangga selain saat melihat pemandangan seperti ini di tanah kelahiran kita, Simpang Tiga. Saya beserta seluruh perangkat desa hanya melakukan kewajiban kami, tetapi tanggapan kalian — warga desa tercinta ini — sungguh luar biasa melebihi apa pun. Saat pemimpin turun bekerja, rakyat ikut bergerak tanpa diminta. Ditambah lagi kehadiran Grup Zikir BAITUSSABRI yang membawa berkah dan keindahan shalawat, serta semangat Waled Khalidi dan Ummi Safrina yang memimpin dengan penuh cinta. Inilah kekuatan terbesar kita. Inilah yang membuat Simpang Tiga berbeda. Tidak ada yang bisa memisahkan kita selama rasa persaudaraan ini tetap terjaga,” ujar Geuchik dengan suara bergetar, disambut tepuk tangan gemuruh yang menggema ke segenap penjuru desa.
Ketua Panitia M. Nur pun menyampaikan rasa syukurnya. “Saya hanya satu orang yang diberi amanah memimpin panitia, tetapi kekuatan ini datang dari Geuchik Mahmuddin yang menjadi teladan sekaligus dermawan, dari perangkat desa yang selalu mendukung, dari Grup Zikir BAITUSSABRI beserta Waled Khalidi dan Ummi Safrina yang telah menghibur dan memberkahi acara ini, serta dari seluruh warga Simpang Tiga yang dengan sukarela menyerahkan tenaga, pikiran, dan harta demi kebersamaan ini. Tanpa kerja sama yang luar biasa ini, mustahil kemeriahan sebesar ini dapat terwujud. Terima kasih kepada Bapak Geuchik, Bapak Ibu perangkat desa, Grup Zikir BAITUSSABRI, dan seluruh warga tercinta — kalian adalah pahlawan sesungguhnya di hari yang penuh berkah ini,” tutur M. Nur tulus.
Acara berjalan dengan penuh keindahan dan kekhidmatan. Setelah penampilan Grup Zikir BAITUSSABRI, dilanjutkan dengan tausiyah yang mengingatkan kembali pada akhlak mulia Nabi yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah, mengajak kita menjadikan sifat luhur itu sebagai cahaya yang menerangi setiap langkah kehidupan di desa Simpang Tiga ini. Para tokoh agama pun berpesan agar semangat kebersamaan yang dipelopori oleh Geuchik beserta perangkat, dihiasi oleh lantunan shalawat Grup Zikir BAITUSSABRI, dan diikuti seluruh warga ini tidak hanya hadir saat perayaan saja, melainkan menjadi budaya yang tumbuh setiap hari, menjadikan desa kita semakin damai, makmur, dan diridhoi Allah SWT.
Puncak perayaan ditutup dengan makan bersama secara lesehan di atas hamparan tikar yang luas. Di sini terlihat paling jelas betapa indahnya kita bersatu — Geuchik Mahmuddin duduk berdampingan dengan warga biasa, Waled Khalidi dan Ummi Safrina bercanda dengan para pemuda, perangkat desa melayani ibu-ibu dan anak-anak, semua dalam satu lingkaran kasih. Tidak ada jarak, tidak ada perbedaan, yang ada hanya satu rasa: kita adalah keluarga besar Desa Simpang Tiga, yang dipersatukan oleh cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, dan cinta kepada sesama saudara.
Semarak Maulid Nabi di Simpang Tiga bukan sekadar perayaan belaka. Ia adalah bukti nyata bahwa ketika pemimpin dan rakyat berjalan seiring, bekerja bersama, dan memiliki satu tujuan kebaikan maka tidak ada yang mustahil. Semoga semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh Geuchik Mahmuddin beserta perangkatnya, Grup Zikir BAITUSSABRI di bawah kepemimpinan Waled Khalidi dan Ummi Safrina, serta seluruh masyarakat Simpang Tiga ini abadi selamanya. Semoga cahaya shalawat senantiasa menyertai langkah kita semua, menjaga desa tercinta tetap damai, penuh berkah, dan semakin bersinar dari masa ke masa.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan perlindungan-Nya untuk Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, serta seluruh masyarakat Aceh Utara. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Tgk leupi








