LINGKARANPOLRI.ID//PALEMBANG — Kondisi Jerambah Satu Sungai Sikung yang menghubungkan wilayah perbatasan Kelurahan Kemas Rindo dan Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, kini menjadi sorotan publik dan viral di berbagai media sosial. Warga membagikan foto dan video kondisi jembatan yang dikhawatirkan sudah tidak layak dilalui, terutama oleh kendaraan bertonase berat,Jum’at(4/9/2026).
Keluhan utama warga tertuju pada struktur tiang penyangga jembatan yang dikhawatirkan tidak kuat lagi menopang lantai jembatan. Menurut keterangan warga, kondisi tiang penyangga tersebut sudah lama terlihat berkarat dan perlahan menjadi rapuh. Jika dibiarkan terus dilewati kendaraan berat, risiko keruntuhan sewaktu-waktu sangat mungkin terjadi.
Menyikapi pemberitaan yang viral tersebut, Hery, Koordinator SemutGatal Sumatera Selatan, akhirnya angkat bicara:
“Saya melihat sendiri pemberitaan yang viral di media sosial terkait Jembatan Sungai Sikung. Ini bukan sekadar keluhan biasa — ini adalah peringatan dini yang harus didengar serius oleh pihak berwenang. Kalau tiang penyangganya sudah berkarat dan rapuh, berarti struktur penopang utamanya sudah lemah. Dipaksa dilewati kendaraan bertonase berat, itu sama saja mempertaruhkan nyawa warga. Jembatan ini bisa roboh sewaktu-waktu tanpa peringatan.”
“Saya meminta kepada Dinas PU, instansi terkait, serta pemerintah setempat untuk segera melakukan pengecekan teknis di lokasi. Pasang rambu larangan kendaraan berat segera. Jangan tunggu sampai ada korban jiwa baru anggaran turun dan petugas turun ke lapangan. Itu sudah terlambat,” tegas Hery.
“SemutGatal Sumsel akan terus memantau perkembangan kondisi jembatan ini. Kami mendesak agar: pertama, pasang larangan kendaraan berat; kedua, lakukan pemeriksaan teknis menyeluruh oleh tenaga ahli; ketiga, jadwalkan perbaikan atau penggantian struktur yang sudah rusak; keempat, libatkan warga dalam pengawasan di lapangan agar aturan tidak dilanggar sembarangan,” tambah Hery.
Pemberitaan yang viral di media sosial adalah bukti bahwa masyarakat peduli dan mau ikut mengawasi lingkungannya. Awak media mengapresiasi kepedulian warga dan pernyataan sikap SemutGatal Sumsel. Harapannya, sorotan publik ini tidak hanya berhenti di komentar dan like di media sosial, melainkan diikuti tindakan nyata dari pihak berwenang di lapangan. Keselamatan warga adalah prioritas utama, bukan hal yang bisa ditunda-tunda. (MC-JK)
(Jhony)








