Suka Makmue- Lingkaran Polri.id. Mantan Kepala Desa (Keuchik) Ujung Tanjung, Ali Bacah, mengingatkan bahwa seorang pemimpin tidak boleh menyakiti hati masyarakat, meskipun dirinya merasa disakiti, dikritik, ataupun mendapat teguran dari warga”Minggu 13 September 2026
Menurutnya, menjadi seorang Keuchik bukan hanya soal memimpin pemerintahan desa, tetapi juga menyangkut amanah, keadilan dan tanggung jawab moral kepada seluruh masyarakat.
Kepala desa tidak boleh menyakiti hati warga walaupun Keuchik disakiti oleh warga. Kalau tidak mau dikritik, maka bekerja dan berikan pelayanan yang baik. Berikan keadilan kepada seluruh warga” tegas Ali Bacah.
Ia menilai kritik dari masyarakat seharusnya tidak dianggap sebagai permusuhan. Kritik justru dapat menjadi bahan evaluasi bagi seorang pemimpin untuk memperbaiki pelayanan serta menjalankan pemerintahan desa secara lebih baik.
Ali Bacah juga mengingatkan agar seorang Keuchik tidak membeda-bedakan masyarakat. Setiap warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan, perhatian dan perlakuan yang adil tanpa melihat kedekatan maupun kepentingan tertentu.
Pemimpin harus amanah. Jangan karena ada warga yang mengkritik, kemudian hatinya sakit lalu warga tersebut diperlakukan berbeda. Itu bukan sikap seorang pemimpin yang baik” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengajak para pemimpin desa untuk meneladani akhlak kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai sosok pemimpin yang amanah, adil, sabar dan mengutamakan kepentingan umat.
Menurutnya, kekuasaan dan jabatan hanyalah amanah yang pada waktunya akan dipertanggungjawabkan. Karena itu, seorang Keuchik harus menggunakan kewenangannya untuk melayani masyarakat, bukan menjadikan jabatan sebagai alat untuk membalas rasa sakit hati atau menghadapi kritik dengan tindakan yang merugikan warga.
Jabatan itu amanah, bukan tempat untuk membalas sakit hati. Kalau ada warga yang salah, selesaikan dengan cara yang baik. Kalau ada kritik, jawab dengan kerja nyata. Kalau ingin dihormati masyarakat, berikan keadilan dan jadilah pemimpin yang amanah” tegasnya.
Ia berharap pemerintahan desa ke depan mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, membuka ruang komunikasi dan menerima kritik sebagai bagian dari proses perbaikan.
Sebab, lanjutnya, pemimpin yang kuat bukanlah pemimpin yang anti-kritik, melainkan pemimpin yang mampu menerima kritik dengan lapang dada dan membuktikan kepemimpinannya melalui pelayanan serta keadilan bagi seluruh masyarakat.
Editor : lingkaran Polri. Id” Ainon
Hak Cipta







