Dewantara — Lingkaran polri.id
pantauan media langsung di lokasi pada rabu 23 september 2026 menyisakan pemandangan yang sangat memprihatinkan. ini bukan sekadar buruk ini diduga aib pembangunan sekolah. dana hampir dua miliar rupiah turun dari negara untuk memperbaiki smp negeri 3 dewantara. yang muncul di lapangan bukan bangunan yang lebih baik melainkan bukti kelalaian yang diduga disengaja.

keramik baru dipaku di atas keramik lama tanpa dibongkar sedikit pun. siapa yang menyuruh melakukan ini? siapa yang mengawasi dan diduga membiarkannya lewat begitu saja? ini bukan cara kerja ini diduga penipuan yang terang terangan. keramik itu diduga akan lepas dalam waktu singkat. dan saat lepas dan menimpa anak anak yang sedang belajar siapa yang akan maju ke depan meminta maaf? kepala sekolah? pelaksana? atau panitia yang diduga ikut menandatangani hasil pekerjaan yang tidak layak ini?
menanggapi hal tersebut kepala sekolah memberikan keterangan bahwa terkait masalah keramik tidak dibongkar keramik lama dikarenakan konsultan telah membolehkan hal tersebut. sedangkan terkait dinding yang retak kepala sekolah menyatakan bahwa pekerjaan tersebut sebenarnya tidak ada di dalam rancangan anggaran rencana namun tetap dibongkar kembali.
penjelasan ini justru memunculkan pertanyaan yang lebih besar. jika konsultan yang membolehkan menindih keramik tanpa membongkar apakah standar keselamatan dan kualitas juga diabaikan atas izin yang sama? dan mengapa dinding yang tidak tercantum dalam rencana justru dibongkar padahal seharusnya tidak disentuh? siapa yang memerintahkan dan siapa yang menanggung biaya pekerjaan yang tidak direncanakan ini?
dinding baru terbelah memanjang di tiga sisi ruangan. tidak menyatu tidak kokoh tidak aman. celah itu bukan sekadar retak rambut itu diduga tanda struktur bangunan tidak utuh. jika dinding saja sudah terlihat terpisah dari mana kita berani percaya pada pondasi yang tertanam di bawah tanah? apakah kita harus menunggu bangunan ini miring atau roboh baru ada yang bertindak?
kepala sekolah di mana anda saat pekerjaan dilakukan? apakah anda melihat atau diduga pura pura tidak tahu? apakah tugas anda hanya menunggu kunci baru diserahkan tanpa memeriksa bagaimana bangunan itu dibangun? ratusan murid anda menaruh nyawa mereka di tangan anda setiap hari. apakah ini yang anda pertanggungjawabkan kepada mereka?
pelaksana proyek jawablah. mengapa anda memotong proses yang seharusnya dilakukan? mengapa diduga menghemat biaya di tempat yang paling berbahaya? ke mana sisa anggaran yang seharusnya digunakan untuk membongkar dan memasang dengan benar? apakah diduga masuk ke kantong anda sendiri?
panitia pembangunan p2sp jawablah. apakah pengawasan anda diduga hanya dilakukan di atas kertas saat tanda tangan bukti pemeriksaan? mengapa kesalahan yang begitu jelas diduga dibiarkan berlanjut hingga selesai?
kami menuntut inspektorat dan dinas pendidikan segera turun ke lokasi. periksa setiap jengkal pekerjaan ini. periksa juga dasar pertimbangan konsultan yang membolehkan keramik ditindih serta alasan pekerjaan di luar rencana tetap dilaksanakan. jika terbukti ada pihak yang diduga diuntungkan seret mereka ke meja hukum. ambil kembali kerugian negara tersebut. jangan biarkan sekolah anak anak diduga dijadikan ladang keuntungan pribadi. kepala sekolah jika tidak mampu menjaga amanah mundurlah sebelum ada nyawa yang menjadi taruhannya.
Tgk leupi







