ACEH UTARA – Lingkaran polri.id
Puluhan kepala keluarga yang menempati Hunian Sementara Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, mengeluhkan kekeringan air bersih. Air dari sumur bor yang menjadi sumber utama warga sudah tidak mengalir lebih dari sebulan.
Pantauan di lokasi, Minggu 17/5/2026 warga terpaksa mencari air ke lokasi lain untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak. Kondisi ini terjadi di tengah tidak adanya penanganan dari pihak terkait.
“Udah sebulan lebih air mati total. Kami udah lapor, tapi sampai sekarang belum ada yang turun tangan. Seolah-olah ditutup mata,” ujar Erna salah satu warga Huntara.
Huntara Desa Simpang Tiga merupakan hunian sementara yang dibangun untuk warga terdampak proyek atau bencana. Berdasarkan spanduk di gerbang, pembangunan huntara ini melibatkan Danantara Indonesia, BNI, Jasa Marga Related Business, Telkom Indonesia, Pertamina, PT PP, dan Waskita Karya.
Warga mengaku bingung harus mengadu ke siapa, karena sampai saat ini belum ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab atas perawatan fasilitas air bersih di lokasi tersebut.
“Kami butuh air, bukan janji. Kalau dibiarkan begini, bisa timbul masalah kesehatan,” tambah M.isa warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Huntara maupun pemerintah Kecamatan Langkahan terkait penanganan sumur bor yang macet.
Warga berharap pemerintah daerah dan perusahaan terkait segera turun ke lapangan untuk memperbaiki sumur bor agar kebutuhan air bersih 20 kepala keluarga di Huntara Desa Simpang Tiga bisa terpenuhi kembali.
Tgk.leupi





