Idul Adha Tetap Pakai Hewan Kurban, Bukan Transfer Uang: Ini Alasannya

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta– Lingkaran Polri.Id

Di tengah serba digital dan serba praktis, syariat kurban tetap mempertahankan penyembelihan hewan ternak. Para ulama menyebut alasannya bukan soal kepraktisan, melainkan karena hewan adalah simbol pelepasan sesuatu yang paling dicintai manusia.

Menurut Dr. Iswadi M. Yazid, Lc.,M.Sy, pemilihan hewan kurban seperti sapi, kambing, dan domba bukan tanpa makna. Dalam masyarakat Arab kuno maupun masa kini, hewan ternak merupakan aset ekonomi yang berharga. Saat seseorang menyerahkan hewan terbaiknya, ia sebenarnya sedang dilatih melepaskan keterikatan duniawi.

“Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian,” kutip Dr. Iswadi dari QS. Al-Hajj: 37. Ayat ini menegaskan bahwa esensi kurban terletak pada kualitas ketakwaan dan keikhlasan, bukan pada materi sembelihannya.

Secara historis, tradisi ini berakar pada kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan menyembelih putranya, Ismail AS. Allah kemudian menggantinya dengan sembelihan besar sebagai simbol pengorbanan yang lebih manusiawi. Sejak itu, hewan menjadi media ibadah yang sarat makna filosofis dan spiritual.

Berbeda dengan transfer uang yang bisa dilakukan tanpa keterlibatan emosional, penyembelihan hewan menghadirkan pengalaman batin yang nyata. Nabi Muhammad SAW sendiri menekankan pentingnya ihsan atau berbuat baik, termasuk saat menyembelih. “Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan dalam segala hal,” sabdanya.

Selain dimensi spiritual, kurban juga berfungsi sebagai instrumen pemerataan sosial. Daging kurban dibagikan langsung kepada fakir miskin dan tetangga, menciptakan solidaritas yang jarang terjadi dalam kehidupan modern yang individualistik. Bagi banyak masyarakat kecil, Idul Adha adalah satu-satunya momen mereka bisa menikmati daging dalam jumlah cukup.

Meski begitu, substansi kurban mulai bergeser. Beberapa pihak menjadikan kurban sebagai simbol status sosial dan ajang pencitraan, lengkap dengan dokumentasi media sosial. Padahal, inti ibadah ini adalah menyembelih ego, keserakahan, dan cinta dunia yang berlebihan.

Untuk mengembalikan makna aslinya, Dr. Iswadi menekankan empat langkah: edukasi filosofi kurban, penerapan prinsip  ihsan terhadap hewan dan lingkungan, distribusi yang profesional dan tepat sasaran, serta menjadikan Idul Adha sebagai ruang muhasabah kolektif di tengah kesenjangan ekonomi.

“Selama manusia masih cenderung mencintai dunia secara berlebihan, maka simbol pengorbanan melalui hewan ternak akan tetap relevan sepanjang zaman,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Editor : Zurwanto

Berita Terkait

Hari Pertama Operasi Patuh, Polres Langkat Fokus Edukasi Tertib Lalu Lintas
Kapolres Langkat Pimpin Apel Operasi Patuh Toba 2026
Kapolres Langkat Turun Langsung Pimpin Strong Point Pagi, PJU Juga Hadir Layani Masyarakat
TELAH DI BUKA PENDAFTARA PASCASARJANA MAGISTER EKONOMI SYARIAH (M.E.) STEBI BINA ESSA BANDUNG
Kapolres Nagan Raya Ajak Masyarakat Perangi Narkoba dan Penyalahgunaan BBM, Tegaskan Tidak Ada Ruang bagi Pelaku Kejahatan
CURAH HUJAN TINGGI, BANJIR KEMBALI RENDAM SEJUMLAH DESA DI TRIPA MAKMUR” CAMAT NASRUDDIN IMBAU WARGA WASPADA BANJIRVDISULAN”
Polres Nagan Raya Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Seulawah” Kapolres Tegaskan Pentingnya Tertib Berlalu Lintas”
Kapolri Jendral Polisi Suyudi Ario Seto,S.I.K, SH, M.Si. Berkunjung Ke Sumatera Utara

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Hari Pertama Operasi Patuh, Polres Langkat Fokus Edukasi Tertib Lalu Lintas

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kapolres Langkat Pimpin Apel Operasi Patuh Toba 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:36 WIB

Kapolres Langkat Turun Langsung Pimpin Strong Point Pagi, PJU Juga Hadir Layani Masyarakat

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:43 WIB

TELAH DI BUKA PENDAFTARA PASCASARJANA MAGISTER EKONOMI SYARIAH (M.E.) STEBI BINA ESSA BANDUNG

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:52 WIB

CURAH HUJAN TINGGI, BANJIR KEMBALI RENDAM SEJUMLAH DESA DI TRIPA MAKMUR” CAMAT NASRUDDIN IMBAU WARGA WASPADA BANJIRVDISULAN”

Berita Terbaru

NASIONAL

Kapolres Langkat Pimpin Apel Operasi Patuh Toba 2026

Senin, 26 Okt 2026 - 22:40 WIB