PEKANBARU –LINGKARAN POLRI.ID
Isu “Humas Polda Riau alergi wartawan lokal” beredar. Narasi “media nasional diprioritaskan” mulai liar di grup-grup. Rabu ini, Bidang Humas Polda Riau langsung gebuk meja: Semua wartawan sama. Titik.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad lewat Kasubbid AKBP Rudi Samosir mematahkan tudingan itu satu-satu. Kalimatnya tajam, tapi elegan: wartawan bukan musuh, wartawan mitra.
Pandra memulai dengan bantahan tanpa tedeng aling-aling.
“Tidak benar jika ada anggapan Humas Polda Riau alergi terhadap media dan membeda-bedakan wartawan. Kami justru menganggap wartawan sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” tegasnya via WhatsApp.
Satu kalimat itu menutup ruang spekulasi. Nggak ada “kelas VIP” buat media nasional. Nggak ada “pintu belakang” buat lokal. Di mata Humas Polda Riau, semua pakai seragam yang sama: seragam UU Pers.
AKBP Rudi Samosir lalu buka “dapur” kerja Humas. Mau konfirmasi kasus? Mau klarifikasi rilis? Mau ikut liputan? Caranya satu: masuk lewat kanal resmi Humas Polda Riau.
“Kami memahami tugas wartawan dilindungi undang-undang. Sepanjang memenuhi aturan dan etika jurnalistik, kami siap memfasilitasi,” katanya.
Artinya sederhana: nggak ada yang diistimewakan, nggak ada yang dianaktirikan. Yang jalan adalah prosedur. Yang dijaga adalah akurasi. Karena di era hoaks, kecepatan tanpa kebenaran sama bahayanya dengan diam seribu bahasa.
Pesan terakhir Humas Polda Riau nggak kalah penting. Di tengah derasnya “katanya-katanya”, mereka imbau publik + media: ambil info soal Polri hanya dari sumber resmi.
Ini bukan arogansi institusi. Ini tameng. Karena satu berita ngawur bisa bakar emosi se-Riau. Satu klarifikasi cepat bisa padamkan api sebelum jadi kebakaran.
4 Poin Tegar Humas Polda Riau:
1. Nol Diskriminasi: Nasional, lokal, online, cetak, TV, radio — semua dapat porsi sama.
2. Wartawan = Mitra: Bukan “lawan bicara”, tapi rekan kerja menyampaikan fakta ke publik.
3. Satu Pintu Resmi: Konfirmasi, klarifikasi, peliputan lewat kanal Humas. Biar rapi, biar sah.
4. Etika Jadi Kunci: Selama wartawan pegang kode etik + UU Pers, Humas siap buka pintu.
Editor : Zurwanto







