Pelalawan – Lingkaran Polri.Id
Pemangku adat Desa Rantau Baru kembali menyalurkan sebagian hasil Lelang Suak Sungai dalam kawasan ulayat Datuk Sati Diraja, Batin Sibokol-Bokol, kepada berbagai kelompok masyarakat dan lembaga sosial keagamaan di wilayah tersebut.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di Balai Sibokol-Bokol Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (20/6) malam. Kegiatan diawali dengan prosesi adat menyorongkan tepak sirih dari mamak-mamak suku kepada pucuk adat, Datuk Sati Diraja, Batin Sibokol-Bokol, sebagai simbol penghormatan dan kebersamaan dalam pengelolaan sumber daya ulayat.
Sebanyak 19 pos penerima manfaat menerima alokasi dana hasil lelang tersebut. Penerima bantuan meliputi anak yatim, panitia ziarah kubur, panitia khalwat suluk, sejumlah surau dan masjid, panitia pembangunan masjid, karang taruna, siak masjid, rumah baca, pegawai syarak, para janda, kas adat serta kelompok masyarakat lainnya.
Kegiatan yang mengusung tema “Kami Cintai Alam, Alam Pun Memberikan Hasilnya pada Kehidupan Kami” itu dihadiri para pemangku adat dalam payung Datuk Sati Diraja, Batin Sibokol-Bokol, pegawai syarak, serta perwakilan penerima bantuan.
Datuk Sati Diraja, Batin Sibokol-Bokol, Dr. H. Griven H. Putera, M.Ag., mengatakan bahwa hasil yang diperoleh dari alam merupakan anugerah Tuhan yang harus disyukuri dan dikelola secara bertanggung jawab. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus memperkuat keimanan dan ketakwaan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga keberkahan negeri dan kelestarian alam.
“Semua yang kita peroleh dari alam ini adalah karunia Allah SWT. Apabila masyarakat suatu negeri beriman dan bertakwa, Allah akan melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, hasil lelang suak sungai tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun ini, total hasil lelang tercatat sebesar Rp91.690.000, sedangkan pada 2025 mencapai Rp111.715.000.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan spiritual.
“Ke depan, mari kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, dan kita jaga alam agar suak dan sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat dapat memberikan hasil yang lebih baik, melimpah, dan penuh berkah,” katanya.
Tradisi lelang suak sungai yang telah berlangsung turun-temurun di kawasan ulayat Datuk Sati Diraja tidak hanya menjadi mekanisme pengelolaan sumber daya perairan berbasis adat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan sosial. Hasil yang diperoleh setiap tahun dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, serta membantu kelompok warga yang membutuhkan.
Editor : Zurwanto








