Mantan Keuchik Ujung Tanjung: Pemimpin Tidak Boleh Menyakiti Hati Warga, Kritik Harus Dijawab dengan Kinerja

Minggu, 13 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suka Makmue- Lingkaran Polri.id. Mantan Kepala Desa (Keuchik) Ujung Tanjung, Ali Bacah, mengingatkan bahwa seorang pemimpin tidak boleh menyakiti hati masyarakat, meskipun dirinya merasa disakiti, dikritik, ataupun mendapat teguran dari warga”Minggu 13 September 2026

Menurutnya, menjadi seorang Keuchik bukan hanya soal memimpin pemerintahan desa, tetapi juga menyangkut amanah, keadilan dan tanggung jawab moral kepada seluruh masyarakat.

Kepala desa tidak boleh menyakiti hati warga walaupun Keuchik disakiti oleh warga. Kalau tidak mau dikritik, maka bekerja dan berikan pelayanan yang baik. Berikan keadilan kepada seluruh warga” tegas Ali Bacah.

Ia menilai kritik dari masyarakat seharusnya tidak dianggap sebagai permusuhan. Kritik justru dapat menjadi bahan evaluasi bagi seorang pemimpin untuk memperbaiki pelayanan serta menjalankan pemerintahan desa secara lebih baik.

Ali Bacah juga mengingatkan agar seorang Keuchik tidak membeda-bedakan masyarakat. Setiap warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan, perhatian dan perlakuan yang adil tanpa melihat kedekatan maupun kepentingan tertentu.

Pemimpin harus amanah. Jangan karena ada warga yang mengkritik, kemudian hatinya sakit lalu warga tersebut diperlakukan berbeda. Itu bukan sikap seorang pemimpin yang baik” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengajak para pemimpin desa untuk meneladani akhlak kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai sosok pemimpin yang amanah, adil, sabar dan mengutamakan kepentingan umat.

Menurutnya, kekuasaan dan jabatan hanyalah amanah yang pada waktunya akan dipertanggungjawabkan. Karena itu, seorang Keuchik harus menggunakan kewenangannya untuk melayani masyarakat, bukan menjadikan jabatan sebagai alat untuk membalas rasa sakit hati atau menghadapi kritik dengan tindakan yang merugikan warga.

Jabatan itu amanah, bukan tempat untuk membalas sakit hati. Kalau ada warga yang salah, selesaikan dengan cara yang baik. Kalau ada kritik, jawab dengan kerja nyata. Kalau ingin dihormati masyarakat, berikan keadilan dan jadilah pemimpin yang amanah” tegasnya.

Ia berharap pemerintahan desa ke depan mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, membuka ruang komunikasi dan menerima kritik sebagai bagian dari proses perbaikan.

Sebab, lanjutnya, pemimpin yang kuat bukanlah pemimpin yang anti-kritik, melainkan pemimpin yang mampu menerima kritik dengan lapang dada dan membuktikan kepemimpinannya melalui pelayanan serta keadilan bagi seluruh masyarakat.

Editor : lingkaran Polri. Id” Ainon
Hak Cipta

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polsek Stabat Laksanakan Pengamanan Ibadah Minggu di Gereja Kecamatan Stabat
Yusni Yusuf ” Maulid Nabi Muhammad SAW Jadi Momentum Memperkuat Ukhuwah Islamiyah
Pertemuan yang Lahir di Tengah Bencana, Lalu Kembali Dipertemukan Dalam Suasana Penuh Kehangatan
REVITALISASI SD NEGERI 4 TANAH JAMBO AYE TANPA HELM TANPA BODY HARNESS NYAWA PEKERJA DIABAIKAN SECARA TERANG TERANGAN
Lagi-Lagi Pekerja Refit SDN 4 Tanah Jambore Aye Disorot, APK Diduga Tak Dihiraukan
Kapolsek Rantau Rasau Menghadiri pengajian umum dan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Di Mesjit Muhamaddiyah AL,HIKMAH
Ketua Pimpinan Cabang Muamadiyah Rantau Rasau Kec Rantau Rasau Kabupaten, Tanjab Timur Jambi Laksanakan Pengajian Umum Dan maulut Nabi jumat 11/9/2026
Sambangi Poskamling, Bhabinkamtibmas Perkuat Harkamtibmas dan Sinergitas Warga

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 17:56 WIB

Polsek Stabat Laksanakan Pengamanan Ibadah Minggu di Gereja Kecamatan Stabat

Minggu, 13 September 2026 - 17:46 WIB

Mantan Keuchik Ujung Tanjung: Pemimpin Tidak Boleh Menyakiti Hati Warga, Kritik Harus Dijawab dengan Kinerja

Minggu, 13 September 2026 - 17:02 WIB

Yusni Yusuf ” Maulid Nabi Muhammad SAW Jadi Momentum Memperkuat Ukhuwah Islamiyah

Sabtu, 12 September 2026 - 21:25 WIB

Pertemuan yang Lahir di Tengah Bencana, Lalu Kembali Dipertemukan Dalam Suasana Penuh Kehangatan

Sabtu, 12 September 2026 - 20:47 WIB

REVITALISASI SD NEGERI 4 TANAH JAMBO AYE TANPA HELM TANPA BODY HARNESS NYAWA PEKERJA DIABAIKAN SECARA TERANG TERANGAN

Berita Terbaru