ACEH UTARA — Lingkaran polri.id
Rencana pemberian penghargaan kepada wartawan terbaik dalam rangkaian peringatan 800 tahun Samudra Pasai berakhir mengecewakan kalangan insan pers. Yang sebelumnya sudah disampaikan dan dikonfirmasi kepada pihak terkait justru dibatalkan tepat saat hari pelaksanaan tiba, dengan alasan keterbatasan waktu.
Wartawan Lingkaran Polri Mustajab yang akrab disapa Tgk Leupie menyampaikan rasa kecewanya. Ia menilai keputusan ini sangat disayangkan, terlebih pemberitahuannya baru datang saat acara sudah berlangsung.
Menurut Tgk Leupie, hal ini bukan sekadar soal piagam yang tak terima. Lebih dari itu, sudah ada komunikasi berjalan sebelumnya sehingga wajar jika kami menaruh harapan besar di momen bersejarah ini.
Yang kami sesalkan bukan sekadar penghargaan itu batal. Padahal sudah ada kesepakatan soal pemberian apresiasi kepada wartawan terbaik. Namun di hari H tiba-tiba dibatalkan dengan alasan waktu tak mencukupi. Tentu ini menimbulkan pertanyaan sekaligus kekecewaan mendalam di kalangan kami ujarnya.
Ia menegaskan, jika sejak awal memang ada kendala waktu atau hal lain, seharusnya disampaikan jauh hari sebelumnya. Agar tak ada pihak yang berharap lalu kecewa saat keputusan diambil mendadak.
Kalau memang waktunya tak cukup, kami bertanya mengapa hal ini baru diketahui saat acara sudah berjalan. Padahal kegiatan sebesar peringatan 800 tahun Samudra Pasai tentu sudah dipersiapkan sejak lama katanya.
Mustajab menegaskan, kami tak meminta perlakuan istimewa. Kami hanya ingin kerja keras dan peran pers selama ini memberitakan pembangunan serta potensi daerah mendapat penghargaan yang pantas.
Kami tak minta diistimewakan. Cukup dihargai sebagaimana mestinya. Selama ini pers selalu hadir mengangkat nama Aceh Utara. Ketika janji apresiasi sudah disampaikan lalu dibatalkan di hari pelaksanaan, wajar jika kami merasa kecewa tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar jangan muncul kesan bahwa pers hanya dicari saat dibutuhkan untuk publikasi. Saat tiba waktunya memberikan apresiasi yang sudah dijanjikan justru diabaikan.
Jangan sampai kami hanya dianggap penting saat ada kegiatan yang perlu disebarkan. Pers juga bagian dari elemen yang ikut mencatat perjalanan daerah ini, apalagi di momen besar 800 tahun Samudra Pasai ungkapnya.
Penghargaan bukan sekadar soal piala atau kertas. Itu tanda bahwa kerja jurnalistik yang menyampaikan informasi kepada masyarakat dan mendokumentasikan kemajuan daerah ini dihargai keberadaannya.
Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Setiap rencana pemberian apresiasi ke depannya harus dipersiapkan dengan matang. Jangan lagi ada janji yang disampaikan lalu dibatalkan mendadak di hari pelaksanaan.
Kami berharap pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka agar tak menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut di kalangan insan pers.
Momentum besar ini seharusnya menjadi ruang mempererat kebersamaan semua pihak yang telah berkontribusi bagi Aceh Utara. Semoga ke depan tak ada lagi kejadian serupa, sehingga hubungan antara pemerintah dan insan pers tetap terjaga dengan baik pungkas Tgk Leupie.
Tgk leupie







