BANDA ACEH – Lingkaran polri.id
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Salihin, S.H., mendorong insan Pers Siber Indonesia (PSI) Aceh bersatu dan menjadikan organisasi sebagai wadah komunikasi, diskusi serta penyaluran aspirasi para pelaku media online dan media sosial di Aceh.
Dorongan itu disampaikan Salihin dalam pertemuan dengan pengurus PSI Aceh, Senin (5/10/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan organisasi dan pentingnya membangun ruang komunikasi yang terbuka bagi insan media siber di Aceh.
“Pers siber ini harus menjadi wadah untuk berdiskusi dan menampung aspirasi media sosial. PSI Aceh harus bersatu, sehingga berbagai persoalan dan gagasan insan media dapat disampaikan melalui ruang komunikasi yang baik dan konstruktif,” ujar Salihin.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital yang berlangsung cepat telah membuat media siber memiliki posisi semakin strategis dalam kehidupan masyarakat.
Media tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi publik serta menyerap berbagai aspirasi masyarakat.
Karena itu, komunikasi antara insan pers, pemerintah, legislatif dan masyarakat perlu terus diperkuat. Menurut Salihin, organisasi pers siber harus mampu menjadi jembatan komunikasi yang sehat dan konstruktif.
Ia berharap PSI Aceh dapat membangun organisasi yang solid, terbuka terhadap gagasan serta mampu memperjuangkan kepentingan insan media tanpa mengabaikan profesionalisme dan etika jurnalistik.
PSI Aceh Bersatu
Kepengurusan baru PSI Aceh di bawah kepemimpinan Anwar Tgk. Rabo dan T. Musliadi Bucek menempatkan persatuan sebagai salah satu agenda utama dalam 30 hari pertama kepengurusan.
Semangat tersebut diarahkan untuk membangun organisasi yang menjadi rumah bersama bagi insan media siber dan media sosial di seluruh Aceh.
Selain konsolidasi, PSI Aceh juga menyiapkan agenda peningkatan kapasitas wartawan melalui diskusi media sosial dan pelatihan jurnalistik yang direncanakan berlangsung pada akhir Oktober 2026 di BPSDM Aceh.
Kegiatan tersebut akan membahas sejumlah persoalan aktual media digital, mulai dari profesionalisme jurnalistik, etika pemberitaan, perkembangan teknologi digital, literasi media hingga posisi strategis media dalam pembangunan Aceh.
Bagi PSI Aceh, persatuan bukan sekadar menyatukan struktur kepengurusan. Persatuan diharapkan menjadi fondasi untuk membangun ruang komunikasi bersama, memperkuat profesionalisme dan memperjuangkan aspirasi insan media secara konstruktif.
“Dengan organisasi yang solid, PSI Aceh diharapkan mampu memperkuat peran media siber sebagai bagian penting dalam menjaga kualitas informasi, keterbukaan publik dan komunikasi masyarakat di Aceh,” pungkas pria yang akrab dipanggil Tgk Rabo ini.
Tgk leupi







