Warga Desak Inspektorat Audit Dana Desa Mantang Sijuek Timu, Diduga Banyak Kejanggalan

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara, Lingkaran polri.id – Warga Gampong Mantang Sijuek Timu, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, mendesak Inspektorat Kabupaten untuk segera melakukan audit terhadap pengelolaan Dana Desa (APBG) yang di pimpin oleh geuchik A Geni Abas dari tahun 2021–2024. Desakan ini muncul setelah warga menilai terdapat sejumlah kejanggalan dan dugaan ketidakterbukaan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan pembangunan desa.

 

Berdasarkan dokumen Rencana Anggaran Belanja (RAB) Gampong Mantang Sijuek Timu Tahun Anggaran 2024, tercatat beberapa kegiatan dengan nilai anggaran mencapai ratusan juta rupiah. Di antaranya:

 

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat dan Mendesak Desa sebesar Rp116.000.000

 

Pemeliharaan Sanitasi Permukiman (gorong-gorong, selokan, dan sejenisnya) sebesar Rp165.470.600

Belanja Modal Irigasi/Embung/Drainase/Air Limbah sebesar Rp160.450.000

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sanitasi Permukiman sebesar Rp50.000.000

Sub Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup sebesar Rp125.000.000

Namun, berdasarkan pantauan masyarakat setempat, tidak satu pun kegiatan fisik yang terlihat telah dikerjakan sesuai dengan daftar tersebut. Warga juga menyebutkan bahwa tidak ada papan informasi proyek yang dipasang di lokasi maupun di ruang publik, sebagaimana lazimnya proyek yang menggunakan Dana Desa.

 

Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk minimnya transparansi pemerintah gampong dalam mengelola dana publik. Padahal, sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa, setiap kegiatan wajib diumumkan secara terbuka kepada masyarakat guna menjamin akuntabilitas publik.

 

“Tidak Ada Bencana, Tapi Anggaran Ratusan Juta”

 

Seorang tokoh masyarakat Mantang Sijuek Timu yang enggan disebutkan namanya mengaku heran dengan adanya alokasi anggaran besar pada bidang penanggulangan bencana, darurat, dan mendesak desa.

 

“Sejak awal tahun tidak ada bencana apa pun di desa kami, tapi ada anggaran Rp116 juta untuk bidang penanggulangan bencana. Ini sangat janggal,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/10/2025).

 

Tokoh tersebut juga menyebutkan bahwa masyarakat tidak pernah diajak bermusyawarah terkait penggunaan dana desa, baik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan.

 

“Kami merasa tidak dilibatkan sama sekali. Dana desa seharusnya untuk kepentingan masyarakat, bukan hanya tertulis di atas kertas,” tambahnya.

 

Warga juga menyinggung kembali kasus penjualan aset Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) berupa mesin moler merek Tiger yang dilakukan oleh geuchik pada tahun 2023. Kasus tersebut sempat ditangani oleh Satreskrim Polres Aceh Utara, namun akhirnya diselesaikan secara damai antara A Geni Abas dan mantan ketua BUMG Darmisyi.

 

“Dulu sudah pernah ada masalah soal aset BUMG, sekarang muncul lagi dugaan anggaran yang tidak jelas. Ini bukan persoalan kecil,” kata seorang pemuda setempat.

 

Atas dugaan tersebut, masyarakat meminta Inspektorat Aceh Utara dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan APBG Mantang Sijuek Timu selama empat tahun terakhir.

 

“Kalau memang semua kegiatan sudah dikerjakan, pasti ada bukti dan dokumentasinya. Tapi kalau tidak ada, harus ada tindakan hukum yang tegas,” tegas salah satu tokoh masyarakat lainnya.

 

Beberapa warga bahkan menyatakan siap membawa persoalan ini ke Kejaksaan Negeri Lhoksukon apabila tidak ada tindak lanjut dari pemerintah kabupaten dalam waktu dekat.

 

“Kami tidak ingin desa kami jadi contoh buruk. Dana desa adalah uang rakyat, jadi harus dikelola dengan transparan dan sesuai aturan,” pungkasnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Geuchik A Geni Abas, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Media ini akan terus melakukan upaya konfirmasi guna menghadirkan informasi yang berimbang.(pak nek)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedikasi Puluhan Tahun Diakui Negara, 6 Sastrawan Riau Raih Apresiasi Kemendikdasmen 2026
Bupati Aceh Utara Pastikan Persoalan Sawah dan Jalan di Langkahan Segera Direalisasikan
Mantan Pj Kades Jaya Bakti Bungkam Terkait Dugaan Proyek Sawit Rp 100 Juta yang Terbengkalai
Polres Langkat Kerahkan Personel Amankan Malam Takbiran dan Festival Pawai Obor di Stabat
Kapolres Langkat Pimpin Penyembelihan Hewan Qurban, Wujud Kepedulian Polri kepada Masyarakat
Semarak Qurban di Kampung Simpang Tiga Langkahan, Warga Kompak Gotong Royong di Hari Raya Pertama
Jhony Antony Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian
Oknum P2TL Diduga Kerja Sama Pencurian Listrik, Manager ULP Ampera Kaget “Gawat”  

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 01:48 WIB

Dedikasi Puluhan Tahun Diakui Negara, 6 Sastrawan Riau Raih Apresiasi Kemendikdasmen 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:15 WIB

Bupati Aceh Utara Pastikan Persoalan Sawah dan Jalan di Langkahan Segera Direalisasikan

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:48 WIB

Mantan Pj Kades Jaya Bakti Bungkam Terkait Dugaan Proyek Sawit Rp 100 Juta yang Terbengkalai

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:31 WIB

Polres Langkat Kerahkan Personel Amankan Malam Takbiran dan Festival Pawai Obor di Stabat

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:26 WIB

Kapolres Langkat Pimpin Penyembelihan Hewan Qurban, Wujud Kepedulian Polri kepada Masyarakat

Berita Terbaru