Bagi masyarakat Purwakarta, sosok Anne Ratna Mustika atau yang akrab disapa Ambu Anne bukanlah nama baru. Lahir di Cianjur pada 28 Januari 1982, Anne tumbuh dalam keluarga yang akrab dengan dunia pengabdian masyarakat. Ayahnya, Usep Supriadi, merupakan seorang mantan kepala desa, sementara pamannya, Bunyamin Dudih, adalah tokoh besar yang pernah menjabat sebagai Bupati Purwakarta periode 1993-2003. Latar belakang inilah yang menjadi titik awal terbentuknya jiwa kepemimpinan dalam dirinya.
Titik awal kariernya di ruang publik dimulai melalui ajang kecantikan daerah. Pada tahun 2001, di usia yang masih sangat muda, Anne dinobatkan sebagai Mojang Kabupaten Purwakarta dan mewakili daerahnya ke tingkat Jawa Barat. Paras menawan dan kecerdasannya kemudian mempertemukannya dengan Dedi Mulyadi, yang saat itu merupakan tokoh politik muda yang sedang naik daun. Sejak saat itu, Anne menghabiskan belasan tahun waktunya di balik layar sebagai istri yang setia mendampingi setiap langkah politik suaminya.
Titik balik kariernya terjadi pada tahun 2018. Setelah bertahun-tahun menjadi istri Bupati, Anne memutuskan untuk terjun langsung ke arena politik praktis melalui Partai Golkar. Keputusan ini membuahkan hasil bersejarah; ia terpilih sebagai Bupati Purwakarta perempuan pertama untuk periode 2018-2023. Di fase ini, ia membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pendamping, melainkan pemimpin yang mampu menggerakkan roda pemerintahan, khususnya dalam isu pemberdayaan perempuan dan pelestarian budaya lokal.
Namun, di tengah kesuksesan kariernya sebagai Bupati, kehidupan pribadinya mendapat sorotan tajam. Setelah belasan tahun membina rumah tangga dan dikaruniai dua anak, Anne secara mengejutkan melayangkan gugatan cerai pada September 2022. Proses panjang tersebut berakhir pada Februari 2023, di mana ia resmi berpisah dengan Dedi Mulyadi. Meski menghadapi cobaan berat dalam kehidupan rumah tangga, Anne tetap menunjukkan ketegaran dengan menyelesaikan masa jabatannya sebagai Bupati hingga tuntas.
Sebagai seorang pemimpin, Ambu Anne dikenal memiliki perhatian khusus pada isu-isu sosial dan olahraga, terutama sepak bola. Meskipun dalam kontestasi Pilkada Purwakarta 2024 ia belum berhasil kembali menduduki kursi nomor satu setelah menempati posisi ketiga, dedikasinya selama lima tahun memimpin Purwakarta tetap menjadi catatan sejarah penting. Ia telah meruntuhkan stigma bahwa kepemimpinan daerah di Jawa Barat hanya milik kaum pria.
Kini, perjalanan hidup Anne Ratna Mustika memberikan pelajaran tentang ketangguhan dan kemandirian bagi kaum perempuan. Dari seorang Mojang daerah hingga menjadi pemimpin wilayah, ia membuktikan bahwa setiap perempuan memiliki kesempatan untuk menentukan jalannya sendiri. Bagi pembaca di usia matang, kisahnya adalah refleksi bahwa setiap perubahan hidup, sepahit apa pun itu, bisa menjadi batu pijakan untuk tetap tegak berdiri demi pengabdian kepada masyarakat.
Sumber: SINDOnews – “Profil Anne Ratna Mustika, Mantan Istri Dedi Mulyadi yang Jarang Diketahui Publik”
Tarmadi kohtier












